BANTUL - Pasar Hewan Imogiri, Bantul sudah ditutup sejak Selasa (14/1/2025) sebagai upaya penanggulangan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Kini, penutupannya kembali diperpanjang hingga dua pekan ke depan.
"Karena PMK masih terjadi," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo Minggu (26/1/2025).
Baca Juga: Musim Menetas, Damkarmat BPBD Kulon Progo Menerima Sejumlah Laporan Ular Masuk ke Rumah Warga
Penutupan ini, hanya diberlakukan di Pasar Hewan Imogiri saja. Sebab lokasi tersebut menjadi yang terbesar untuk jual beli sapi di Bantul.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bantul Novriyeni mengungkapkan, sejak 1 Desember 2024 hingga Minggu (26/1/2025), tercatat ada 411 ekor sapi terjangkit PMK. Seluruhnya tersebar di 15 kapanewon. Dua kapanewon di Bantul yang masih nihil kasus PMK yakni Jetis dan Pajangan.
Baca Juga: Elang Jawa Dipermalukan Kabau Sirah di SSA, Turun ke Peringkat 14 Klasemen
Dari jumlah tersebut, 44 ekor mati, dan tiga ekor potong paksa. Sapi sembuh, hanya berjumlah 13 ekor. "Tidak ada insentif untuk pedagang atau peternak atas penutupan pasar," ungkapnya.
Selain penutupan pasar, DKPP Bantul juga mengupayakan pemberian vaksin kepada sapi yang sehat. Novriyeni mengaku, Bantul sudah mendapatkan vaksin sebanyak 3.250 dosis dari pusat. Realisasi penyaluran vaksin sudah dimulai sejak Jumat (17/1/2025). "Capaiannya sudah sekitar 83 persen hingga hari ini dari 3.250 dosis vaksin," sambungnya.
Baca Juga: BKPPD Gunungkidul Telusuri Kasus Perselingkuhan ASN, Dua Pelaku Sama-Sama Telah Berkeluarga
Vaksinasi ditargetkan selesai sebelum memasuki Februari. Sebab bulan depan, dosis vaksin akan kembali digelontorkan. Sebelumnya, vaksinasi 249 dosis juga telah dilakukan pada Desember 2024. "Kami sudah upayakan juga komunikasi, informasi dan edukasi ke seluruh peternak," ungkapnya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita