BANTUL - Tiga wisatawan terseret ombak ketika bermain di Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul.
Ketiganya merupakan satu keluarga berasal dari Klaten yang tiba, Kamis (26/12/2024) sekira pukul 10.00 WIB. Lantas lanjut bermain air di pantai yang terlalu mengarah ke tengah.
Adapun tiga korban yang terseret ombak Joko Susitono, 59, Yusa Rayi Tirta Amerta, 17, dan Wong Inggawe, 13. Ketiganya wisatawan laki-laki dari Kecamatan Pedan, Klaten.
Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis Arief Nugraha mengatakan, kondisi itu mengakibatkan ketiganya mengarah ke ekor palung dan tenggelam.
Menurutnya, korban pertama Yusa Rayi yang mengarah ke ekor palung dahulu. "Sedangkan dua korban lainnya berusaha mencoba menolong," katanya, Kamis (26/12/2024).
Nahasnya, bukannya dapat menolong malah ikut terbawa arus ke tengah.
Arief mengungkapkan, beruntungnya kejadian yang menimpa ketiganya dapat diketahui Tim SAR Gabungan pengamanan Nataru di Pantai Parangtritis.
Petugas SAR langsung dengan sigap berusaha menolong ketiganya bermodalkan plampung.
"Menolong korban dengan berenang lantas membawanya ke posko Satlinmas Rescue Wilayah III," sambungnya. Ketiganya dapat diselamatkan tanpa mengalami luka.
Setelahnya langsung diberikan edukasi di posko agar berenangnya tidak terlalu menjauh ke tengah pantai.
Adapun Tim SAR Gabungan terdiri dari Satlinmas Rescue Istimewa, Ditpolairud Polda DIY, dan Basarnas Yogyakarta.
Arief menegaskan, pihaknya selalu mensiagakan di Pantai Parangtritis baik saat libur Nataru ataupun tidak.
"Kami pengamanan liburan atau tidak sama saja pokoknya 69 personel ready," tegasnya. Jumlah tersebut disiagakan setiap harinya yang dibagi dengan tiga shift penjagaan.
Sementara itu, Adyatama Kepariiwsataan Dispar Bantul Markus Purnomo Adi menambahkan, papan larangan batasan berenang di Pantai Parangtritis sudah terpasang.
Termasuk titik-titik yang bahaya khususnya daerah palung laut pun sudah diperingatkan.
Seharusnya, wisatawan dapat memperhatikan hal tersebut agar kejadian terseret ombak seperti ini tidak terjadi.
"Harapannya pengunjung mengindahkannya," ungkapnya.
Papan peringatan tersebut menjadi penting saat momen Nataru ini agar menjadi pengingat wisatawan.
Banyaknya wisatawan tidak bisa diperhatikan satu persatu karena keterbatasan personel pengamanan. (rul)