RADAR JOGJA - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul sedang menjalankan proyek peningkatan sarana prasarana (sarpras) di Pantai Samas. Itu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas nelayan agar dapat memiliki tangkapan ikan yang mumpuni. Kali ini, peningkatan sarpras yang dilakukan berupa pengecoran jalan di Pantai Samas agar mobilitas nelayan dapat terbantu dan lebih mudah.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Bantul Pambudi Arifin Rakhman mengungkapkan, pelelangan proyek tersebut sudah selesai dilangsungkan. Pemenang tender diumumkan dua bulan lalu dan sudah dilakukan pengerjaan proyek.
“Pemenangnya yaitu CV Adyatama Karya Konstruksi dengan nilai penawaran Rp 591.518.319 sudah dilaksanakan,” ungkapnya, Jumat (6/9/2024).
Sementara Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya DKP Bantul Kristanto Kurniawan menambahkan, anggaran pengerjaannya menggunakan dana alokasi khusus (DAK). Sumbernya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang digunakan untuk pengecoran jalan produksi nelayan di kampung nelayan Pantai Samas.
Menurutnya, adanya jalan yang mumpuni menjadi lebih tertata ke tempat pelelangan ikan (TPI) ditambah sebagai perawatan lingkungan agar tidak kumuh. Di Bantul ada sekitar 380 nelayan yang memasrahkan mata pencaharian sehari-harinya dengan menangkap ikan di lautan lepas. “Harapannya dapat meningkatkan produktivitas nelayan yang lebih baik,” tuturnya.
Dikatakannya, Bantul memiliki target tangkapan ikan dalam setahun sekitar 830 ton. Namun hingga semester pertama 2024, tangkapan ikan baru mencapai 300-400 ton. “Musim panas tidak pengaruh yang berpengaruh gelombang tinggi dan angin kencang,” katanya.
Sekarang, lanjutnya, masih ada angin kencang dan gelombang tinggi. Sehingga menurunkan produktivitas tangkapan ikan. Terlebih peralatan nelayan di Bantul masih terbilang terbatas dan belum mumpuni. “Peralatannya kan terbatas hanya perahu tempel sama jaringnya juga yang masih biasa,” tandasnya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita