RADAR JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul masih berupaya untuk menambah jumlah armada bus sekolah gratis. Sebab pengajuan unit kepada Kementerian Perhubungan tak kunjung terealisasi.
“Ketika swasta murni tidak berminat, paling tidak dari Trans Jogja atau Damri,” ujar Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi kemarin (4/9).
Sementara ini, diakuinya memang belum ada komunikasi dengan pihak swasta mana pun. Karena masih fokus dengan operasional dua unit bus yang ada.
Selain itu, dishub juga masih melakukan kajian untuk rute bus sekolah gratis Bantul timur di wilayah Imogiri. Sebab saat ini, baru tersedia rute Palbapang-Sedayu.
Singgih mengaku, siswa yang memanfaatkan pengantaran dan penjemputan mencapai 50 orang. Sehingga, ada siswa yang harus rela berdiri karena ketersediaan kursinya hanya 25.
Sementara Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul Toto Pamudji Rahardjo menambahkan, sementara ini memang belum ada rencana untuk membuka diri kerja sama dengan swasta. Itu karena sekarang memang masih dalam fokus untuk membuka rute bus sekolah di sejumlah titik di Bantul.
Namun, ke depan, peran swasta akan dilibatkan. Terlebih tiga pekan setelah beroperasi, bus sekolah gratis tidak menimbulkan kendala. Termasuk keterlambatan saat antar-jemput. “Mesin bus prima tidak pernah mogok,” sebutnya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita