Kondisi itu mengakibatkan sejumlah rumah warga terdampak. Padahal pusat gempanya berada di lautan pedalaman Gunungkidul dengan kekuatan 5.8 magnitudo.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat ada tujuh unit rumah yang terdampak.
Keseluruhnya mengalami keretakan tembok dan gunungan rumahnya. Jumlah tersebut bisa saja bertambah karena sekarang masih dilakukan pendataan.
"Saya masih menunggu data yang terbaru karena masih diproses Pusdalops. Rata-rata retak dindingnya," ujar Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol, Selasa (27/8/2024).
Tujuh rumah yang terdampak tersebut berada di Kapanewon Bantul, Pandak, Piyungan, dan Pundong.
Terdiri dari tiga rumah di Piyungan, dua rumah di Bantul dan masing-masing satu rumah di Pandak dan Pundong.
Tidak ada dampak korban jiwa ataupun luka-luka dari gempat megathrust tadi malam. Tetapi, kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 28 juta dari tujuh kerusakan rumah.
Mayoritas dampak kerusakan retak-retak hanya satu rumah di Pundong yang atap rumahnya roboh.
"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis dangkal akibat adanya deformasi batuan di bidang kontak antar lempeng atau megathrust," tegasnya.
Antoni meminta agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Disarankan rutin berkoordinasi dengan Pemerintah Kalurahan, FPRB, dan jejaring relawan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Editor : Bahana.