Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sampah Bisa Selesai di Tingkat Kalurahan, BUMKal Panggungharjo Sewon Buktikan dengan Fasilitas TPS3R

Gregorius Bramantyo • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 04:35 WIB
Pekerja memilah sampah plastik di TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, and Recycle) KUPAS Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, Jumat (16/8).
Pekerja memilah sampah plastik di TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, and Recycle) KUPAS Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, Jumat (16/8).

 

RADAR JOGJA - Permasalahan sampah bisa selesai di tingkat kalurahan. Bukti nyatanya seperti yang ada di Panggungharjo, Sewon, Bantul. Memiliki Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) bernama Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (Kupas), sampah di wilayah ini bisa dipilah dan diolah dengan baik sejak 2013. Di TPS3R Kupas, pemilahan sampah sudah menggunakan conveyor belt. Sehingga memudahkan petugas dalam memilah sampah.


Lurah Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi mengatakan, TPS3R Kupas adalah salah satu unit usaha Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Panggungharjo. Tempat ini mengolah sampah menjadi beberapa komoditas. Kemudian komoditas tersebut digunakan untuk menopang industri lanjutan.


Misalnya material daur ulang dapat disuplai ke industri daur ulang. Material organik sebagian diolah sendiri atau dijual ke produsen pupuk organik dan pembudidaya maggot. Sementara residu plastik diolah di thermoplas menjadi komposit. Pemilahan ini menjadi aktivitas kunci yang mengubah definisi sampah.


“Kalau bercampur itu sampah, tapi kalau terpilah itu namanya sudah komoditas. Sesuatu yang bisa diperjualbelikan dan dipertukarkan,” kata Wahyudi Jumat (16/8).
Dalam prosesnya, sampah yang sudah diambil dari rumah tangga kemudian masuk ke TPS3R Kupas untuk dimasukkan ke mesin pencacah. Fungsinya untuk mengeluarkan sampah dari kantong-kantongnya.


Sampah-sampah tersebut kemudian dialihkan melalui conveyor belt ke area pilah. Di fase ini, para petugas memilah berdasarkan jenisnya, baik plastik, kertas dan kaca. Selanjutnya disuplai ke industri daur ulang. Sementara sisa sampah yang tidak terseleksi masuk ke cacah pilah.


Sejak Oktober 2022 hingga saat ini, TPS3R Kupas sudah mengelola 3 ribu ton sampah. Dalam sehari, TPS3R Kupas rata-rata mengolah 6-8 ton sampah. Tidak hanya dari kawasan Panggungharjo saja, sampah dari kawasan lain juga turut diolah di tempat ini. Bahkan sampah dari Kota Jogja dan Sleman. Hal itu disebabkan karena situasi darurat sampah di DIY. “Kami mengelola 5.543 pelanggan, 90 di antaranya instansi seperti rumah sakit dan puskesmas,” jelas Wahyudi.


BUMKal Kupas juga sama sekali tidak mengandalkan TPST Piyungan untuk pembuangannya. Sebab hampir semua jenis sampah sudah selesai di tingkat kalurahan. Upaya tersebut juga untuk mendukung program pemerintah yakni Bantul Bersih Sampah 2025.

Selain menyelesaikan permasalahan sampah, TPS3R Kupas juga memberikan kesempatan kerja bagi puluhan orang yang rata-rata berasal dari kelompok rentan. Tenaga kerja yang dilibatkan di TPS3R Kupas berasal dari pemuda putus sekolah, mantan anak jalanan, mantan preman, orang dengan gangguan jiwa hingga orang yang memiliki keterbatasan akses memperoleh sumber penghidupan layak.


Untuk mempermudah layanan sampah, kini TPS3R Kupas bekerja sama dengan platform digital pastiangkut.id. Startup pengelolaan sampah paripurna dari hulu ke hilir.
Melalui aplikasi yang bisa diunduh gratis di smartphone, masyarakat bisa berlangganan pengangkutan sampah dari rumah hanya dengan menggunakan gadget.


“Warga juga didorong memilah dengan skema insentif, yakni sampah bernilai jual dikonversi dengan miligram emas. Harapannya bisa mendorong warga untuk mau memilah,” ungkap Wahyudi.

Dia menambahkan, situasi darurat sampah dapat menjadi refleksi penting mengenai tantangan pengelolaan sampah. Mengatasi masalah sampah memerlukan pendekatan yang komprehensif. Terutama perubahan perilaku masyarakat.


“Selama perilaku masyarakat tidak pernah berubah, maka secanggih apapun peralatan, itu (sampah) tidak akan pernah bisa selesai,” tandasnya. (tyo/eno)

Editor : Satria Pradika
#TPS3R #Komposit #insight #Merdeka Dari Sampah #Bantul #Sampah #sewon #BUMKal Panggungharjo #pengelolaan sampah