RADARJOGJA – Pelaksanaan program padat karya dana keistimewaan (danais) memiliki berbagai dampak positif.
Di antaranya membuka lapangan pekerjaan bagi warga yang bekerja sebagai buruh serabutan.
”Lumayan. Selama pelaksanaan padat karya mendapatkan upah Rp 70 ribu sehari,” jelas Triyatmojo, seorang pekerja padat karya danais di RT Padukuhan Tarudan, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul Rabu (24/7/2024).
Bagi Triyatmojo, angka itu cukup lumayan. Bisa mengurangi beban kebutuhan sehari-hari.
”Apalagi, sekarang cari uang di mana-mana susah,” tuturnya.
Di RT 7 Padukuhan Tarudan, keberadaan padat karya juga punya dampak positif lain. Itu lantaran padat karya danais berupa pembangunan drainase tertutup.
Suyitno, ketua kelompok padat karya danais RT 7 mengungkapkan, keberadaan drainase sangat dibutuhkan warga. Itu lantaran jumlah hunian semakin banyak.
Kondisi itu menyebabkan resapan air kian sulit. Dampaknya, air meluber ke mana-mana saat datang musim hujan.
”Kalau ada drainase, air bisa langsung dialirkan ke sungai,” ujarnya.
Menurutnya, drainase tertutup dari padat karya danais sepanjang 23 meter. Waktu pelaksanaannya selama 12 hari. Yakni mulai 12 Juli hingga 27 Juli.
”Pekerjanya banyak. Ada 30-an orang lebih,” sebutnya.
Terpisah, Kepala Bidang Penempatan Kerja, Perluasan Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bantul Rumiyati menambahkan, pelaksanaan padat karya danais dimulai Senin (15/7/2024) hingga Sabtu (27/7/2024).
”Pelaksanaan selama 12 hari. Dengan melibatkan 34 pekerja,” sebutnya.
Rumi, sapaan Rumiyati, menyebut padat karya danais kali ini sebanyak 50 titik. Masing-masing titik dialokasikan anggaran sebesar Rp 55 juta.
”Salah satu tujuannya adalah pengembangan potensi wilayah,” tambahnya. (*/rul/zam)
Editor : Meitika Candra Lantiva