Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Petani Patihan Bantul Merasa Dibohongi, Beli Kompos tapi Banyak Isian Sampah

Khairul Ma'arif • Rabu, 3 Juli 2024 | 03:00 WIB

Tumpukan pupuk kompos yang dibeli warga Padukuhan Patihan, Sanden dari DLH Kota Jogja.Dokumentasi Panewu Sanden
Tumpukan pupuk kompos yang dibeli warga Padukuhan Patihan, Sanden dari DLH Kota Jogja.Dokumentasi Panewu Sanden
 


RADAR JOGJA - Sejumlah petani di Padukuhan Patihan, Sanden, Bantul merasa dibohongi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja. Hal ini karena pupuk kompos yang ditawarkan lebih banyak berisikan sampah.

Panewu Sanden Deni Ngajis mengatakan, sepekan lalu ada warga yang berprofesi sebagai petani memesan pupuk yang ditawarkan DLH Kota Jogja. Barang yang datang benar-benar pupuk kompos atau organik.

Petani lainnya pun ikut tertarik untuk membeli.
Pengiriman pupuk hingga ketiga, disebut baik-baik saja. Namun setelah itu, pupuk yang dikirimkan tidak seperti semula. "Bisa dibilang menurut saya masih sampah, belum pupuk," katanya Selasa (2/7/2024).

Setelah memastikannya, Deni kemudian mencoba melakukan konfirmasi dengan DLH Kota Jogja. Namun tak kunjung mendapatkan jawaban. “(Pupuk yang dikirim, Red) sepuluhan truk lebih itu," lontarnya. 

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih justru tidak yakin, jika sampah yang dipesan petani bersumber dari DLH Kota Jogja. Meski demikian, saat ini masih dilakukan pelacakan dan pelaporan.

Halim pun melarang, pupuk dibuang di wilayah selatan Bantul. Terlebih pupuk tersebut belum teruji dan tidak ada koordinasi dengan Pemkab Bantul.
"Bahkan bisa meningkat sampai tindakan hukum," tegasnya.

Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho menambahkan, memang tidak ada pemberitahuan dan izin tentang pembelian pupuk ini. Dia pun belum dapat berkomentar lebih jauh karena masih memeriksa kasus ini. “Nanti kebijakan lanjutannya menunggu perintah Bupati Bantul,” ucapnya. (rul/eno)

Editor : Satria Pradika
#DLH Kota Jogja #dibohongi #Sampah #Kompos #pupuk kompos