BANTUL – Volume sampah selama masa libur Lebaran 2024 di sejumlah objek wisata di Bantul mengalami peningkatan.
Sampah di kawasan Pantai Parangtritis hingga Pantai Depok bahkan meningkat hingga dua kali lipat.
Kepala Seksi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan, terjadi peningkatan sampah selama libur Lebaran 2024.
Hal itu lantaran banyaknya pengunjung yang memenuhi kawasan wisata tersebut.
Ipung, sapaannya, menjelaskan, pada hari Sabtu dan Minggu biasa, sampah yang diangkut sebanyak tiga gerobak motor.
Di mana, satu gerobak motor memuat sekitar 300 kilogram sampah.
“Jadi kira-kira total sekitar 1,8 ton,” jelasnya kepada Radar Jogja, Senin (15/4/2024).
Sementara pada masa libur Lebaran 2024, membutuhkan 12 hingga 15 gerobak motor untuk mengangkut sampah pada Kamis (11/4/2024) hingga Sabtu (13/4/2024).
Sehingga total volumenya bisa mencapai lebih dari 3,6 ton.
Jumlah tersebut hanya untuk sampah di kawasan pantai wilayah timur. Dari Parangtritis hingga Depok.
“Sampahnya dibawa ke TPS Parangkusumo, setelah dari TPS itu menjadi kewenangan dari Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Ipung.
Ia menyebut, volume sampah liburan paling banyak memang berada di pantai wilayah timur. Sebab, 85 sampai 90 persen wisatawan yang ke Bantul mengunjungi wilayah tersebut.
“Rata-rata sampah plastik. Kalau misalnya ada beberapa sampah rumah tangga itu karena bawaan banjir, walaupun ketika banjir juga banyak plastik,” katanya.
Meski begitu, penumpukan sampah juga terjadi di pantai wilayah barat. Hanya saja, Ipung belum dapat merinci jumlah peningkatan sampah di pantai wilayah barat.
Namun, dirinya memastikan jumlah sampah lebih banyak dibanding hari libur biasa.
“Karena melihat volume orang masuk mungkin bisa dua kali lipat volume sampah. Kalau bicara pantai wilayah barat, kemarin ada yang bisa dalam sehari sampai 6-7 ribu orang, kalau hari biasa paling 2-3 ribu orang,” beber Ipung.
Sementara itu, di objek wisata kawasan Dlingo diklaim relatif tidak ada penumpukan sampah. Sebab hampir pasti wisatawan yang berada di objek wisata di Dlingo jarang membawa sampah masuk.
“Kalau di sana jajan ya di warung. Kalaupun dibawa masuk rata-rata hanya botol plastik dan banyak tempat sampah yang tersedia,” ujar Ipung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi adanya penumpukan sampah liburan. Terutama, di objek wisata pantai.
DLH Bantul menggunakan 36 armada truk untuk mengevakuasi sampah.
Selain itu, juga bekerja sama dengan Dinpar Bantul untuk membersihkan sampah di objek wisata.
“Kami perkirakan ada sekitar 2 ton sampah per hari di lokasi wisata pantai,” kata Bambang. (tyo)
Editor : Amin Surachmad