Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hadapi Libur Lebaran, Polres Bantul Gelar Operasi Ketupat Progo, Dirikan Pos Siaga di Sejumlah Titik

Gregorius Bramantyo • Rabu, 3 April 2024 | 01:58 WIB
PRESISI: Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana. (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja).
PRESISI: Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana. (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja).

BANTUL – Polres Bantul akan menggelar Operasi Ketupat Progo 2024 dalam rangka mengamankan Hari Raya Idul Fitri 2024/1445 Hijriah.

Pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini dimulai pada 4 sampai 16 April 2024.

Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan, operasi ini akan melibatkan 558 personel gabungan Polres Bantul dan polsek jajaran.

Adapun tujuan operasi untuk menjamin rasa aman masyarakat dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

“Termasuk terwujudnya Kamseltibcarlantas serta menurunnya angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas,” ujarnya, Selasa (2/4/2024).

Selain itu, kata Jeffry, Polres Bantul juga akan mendirikan pos pengamanan dan pos terpadu di beberapa lokasi.

Ada empat pos pengamanan yang didirikan, yakni di Piyungan, Sedayu, Srandakan dan Kretek.

“Kami juga akan mendirikan satu pos terpadu di Druwo,” jelasnya.

Tak hanya pos pengamanan dan pos terpadu, Polres Bantul juga akan mendirikan enam pos pantau di Cinomati, Bukit Bintang, Pinus Sari Mangunan, Watu Goyang, dan Pengklik.

Kemudian, Polres Bantul juga memetakan jalur rawan kecelakaan lalu lintas dan rawan bencana di Bantul. Agar masyarakat dan pemudik lebih berhati-hati saat berkendara di jalan raya.

Menurut Jeffry, ada beberapa titik yang menjadi langganan kecelakaan di Bantul.

Yakni, di Jalan Srandakan, Jalan Bantul, Jalan Jogja-Wonosari, Jalan Jogja-Wates dan Jalan Parangtritis. Sementara yang paling rawan adalah di Jalan Srandakan dan Jalan Parangtritis (Simpang Druwo-Simpang Bakulan).

“Juga, di Jalan Imogiri Timur dan Jalan Imogiri-Dlingo," ungkap Jeffry.

Menurutnya, ada banyak faktor penyebab titik-titik tersebut rawan kecelakaan.

Di Jalan Srandakan, Jeffry mengatakan, kecelakaan biasa terjadi karena jalannya ramai dan menjadi salah satu jalur utama dari Bantul menuju Kulon Progo.

"Kebanyakan karena arus lalin (lalu lintas) di jalan-jalan itu sangat ramai, khususnya saat jam berangkat atau pulang kerja," ujarnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul akan mendirikan pos siaga lebaran di Klangon, bundaran Srandakan, Druwo, simpang tiga Piyungan, Jembatan Kretek 2, TPR Parangtritis dan pos induk di Gabusan.

"Sebagian dari kami akan menyatu dengan Pospam dari kepolisian dan sebagian Dishub akan mendirikan pos sendiri," kata Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi.

Menurut Singgih, arus mudik Lebaran 2024 sendiri akan terjadi sekitar tanggal 3-4 April 2024. Kemudian arus balik pada 14-15 April 2024.

Ia pun mengimbau agar pemudik yang akan kembali ke daerah asal mempersiapkan perjalanannya terlebih dahulu.

Pemudik juga diharapkan menyiapkan kendaraannya dengan baik.

“Apabila perjalanan mudik dapat dilakukan siang hari, mohon bisa direncanakan siang hari, kalau siang lebih terang. Kalau terpaksa perjalanan malam hari harus hafal medan dan rute," imbaunya. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#polres bantul #idul fitri #Operasi Ketupat Progo 2024