BANTUL – Warga Padukuhan Banyakan 3, Kalurahan Sitimulyo, Piyungan, Bantul mengeluhkan pipa lindi dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan yang bocor hingga mencemari saluran irigasi warga.
Dukuh Banyakan 3 Lilik Purwoko menjelaskan, beberapa pemilik sawah di lokasi tersebut mengeluhkan dugaan saluran irigasi yang tercemar lindi TPA Piyungan pada Januari 2024.
Kemudian, ia bersama beberapa warga lain mengecek lokasi tersebut pada Senin (11/3). “Dari pengecekan itu, ada 10 titik pipa lindi TPA Piyungan yang bocor,” ujarnya, Selasa (12/3).
Ia menyebut, kebocoran pipa lindi terjadi di saluran irigasi RT 03 dan RT 04, Padukuhan Banyakan.
Lantaran pipa lindi itu berada di dalam saluran irigasi tersebut.
Sehingga saat saluran pipa lindi bocor, maka lindi tersebut akan bercampur dengan air irigasi sawah.
"Kebocoran dari awal Desember 2023, Januari kemarin juga. Ketika TPA Transisi Tahap 2 selesai langsung digunakan untuk pembuangan lindi, itu kebocorannya di sana, lindi keluar dari pipa," katanya.
Kejadian tersebut berdampak pada sekitar 30 sampai 40 bidang sawah milik warga.
Menurut Lilik, sawah yang dialiri air irigasi yang bercampur lindi akan menyebabkan penurunan produksi padi.
"Kalau yang di pinggir banget, yang di pinggir talud dulu hampir 80 persen penurunan produksi padinya, kalau yang di tengah sekitar 40 sampai 50 persen,” ungkap Lilik.
Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY Rosdiana Puji Lestari mengaku belum menerima laporan tersebut.
Ia pun mengaku pekan lalu sempat bertemu dengan Dukuh Banyakan 3.
Menurut Rosdiana, saat itu dukuh tidak menyampaikan mengenai ada 10 titik saluran pipa lindi yang bocor.
"Sebelum libur kami ketemu dengan Pak Lilik. Coba nanti ada 10 titiknya atau enggak, akan dicek lokasinya, fotonya juga kalau ada. Nanti saya langsung bilang ke bidang kami untuk mengecek ke lapangan," ujarnya saat dikonfirmasi.
Rosdiana sendiri menyebut saat ini hanya ada dua sampai tiga titik bak kontrol saluran lindi TPA Piyungan yang bocor.
Menurutnya, kerusakan pada bak kontrol tersebut masih dalam tahap perbaikan.
"Kalau pipa tidak ada yang bocor, memang di bak kontrol dari 80 bak kontrol untuk lindi TPA Piyungan kemarin yang masih ada bocor sekitar dua atau tiga," imbuhnya.
Ia menyampaikan, sejak selesai kontrak pada akhir tahun 2023 hingga Mei 2024 mendatang, pipa lindi tersebut masih dalam tahap pemeliharaan.
Sehingga apabila ada kerusakan akan segera diperbaiki oleh kontraktor.
Rosdiana mengatakan, pihaknya terus memantau proses aliran lindi melalui pipa-pipa tersebut.
Jawatannya pun telah terus bersiaga untuk mengantisipasi lonjakan debit air lindi saat hujan lebat.
"Kami ke lapangan terus, apalagi saat hujan. Saat mengecek itu memang masih ada sekitar dua bak kontrol yang bocor, langsung dilakukan perbaikan," ungkapnya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad