RADAR JOGJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana menggelar pasar murah di tiga lokasi berbeda saat Ramadan mendatang. Hanya saja, pasar murah bisa saja batal. Sebab saat ini, beras dari Bulog belum tersedia.
Kondisi itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul Agus Sulistiyana. Dinasnya sendiri telah mengajukan permintaan beras untuk operasi pasar dan pasar murah ke Bulog.
Namun, Bulog tidak memiliki stok yang mencukupi. Padahal, kebutuhan beras untuk operasi pasar dan pasar murah adalah sebanyak delapan ton untuk setiap pasar.
“Target kami memang Februari ada operasi pasar dan pasar murah, tapi itu tergantung dari stok yang ada di Bulog,” ungkap Agus.
DKUKMPP juga sudah mengajukan agar sebelum Ramadan, digelar operasi pasar di lima titik. Seperti Pasar Seni Gabusan, Kantor Kapanewon Imogiri, Lapangan Karangtalun, lalu di wilayah Kapanewon Dlingo, dan Kapanewon Pajangan.
“Kami sudah mengajukan, tapi Bulog belum siap, barangnya belum ada. Kami ikut stok yang ada,” ujarnya.
Melalui pasar murah, diharapkan bisa menambah stok bahan pokok di masyarakat. Sehingga harganya menjadi relatif stabil.
Mengingat saat ini, harga beras di Bumi Projotamansari terus meningkat. Peningkatan harga ini terjadi pada tiga pekan terakhir. Sebelum Pemilu 2024, DKUKMPP Bantul telah melakukan operasi pasar dan menurunkan beras SPHP.
Yakni beras dari Perum Bulog yang disediakan melalui program Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan. “Sebelumnya operasi pasar di Pasar Imogiri dan Pundong,” jelas Agus. (tyo/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita