BANTUL – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul menargetkan okupansi hotel mencapai 70 persen. Menghadapi long weekend libur Imlek dan Isra Mi’raj tahun 2024 pada rentang 8-11 Februari 2024.
Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra mengatakan, momentum long weekend kali ini yang berdekatan dengan penyelenggaraan Pemilu 2024 membuat pihaknya tidak menetapkan target okupansi hotel yang terlalu tinggi.
Menurutnya, pihaknya realistis dalam memasang target untuk long weekedn mendatang.
"Apalagi ini masa kampanye dan Pemilu, sangat berdekatan dengan kampanye akbar pemilih presiden. Target kami tidak muluk-muluk, 70 persen sudah bagus,” katanya saat dihubungi, Minggu (4/2).
Hendra menilai, penyelenggaraan Pemilu tahun 2024 akan turut berpengaruh pada tingkat okupansi hotel selama long weekend di Bantul.
Dia memperkirakan okupansi sebesar 70 persen tersebut dapat tercapai pada rentang 8-11 Februari 2024.
Diketahui, pada tanggal 8 Februari 2024 bertepatan dengan libur nasional Isra Mi’raj. Sementara tanggal 9-10 Februari 2024 merupakan cuti bersama dan libur nasional Tahun Baru Imlek 2575.
Ia menuturkan dalam perayaan Imlek tahun ini, beberapa hotel akan menyelenggarakan perayaan di tempat masing-masing.
'Kalau perayaan khusus masing-masing manajemen memang membuat sendiri di hotel masing-masing hanya untuk gala dinner dengan konsep Imlek,” jelasnya.
Hendra menyebut, selama libur Imlek biasanya wisatawan yang berkunjung ke Bantul berasal dari sekitar DIY dan Jawa Tengah.
Sementara itu, lantaran libur Imlek tahun ini bersamaan juga dengan libur nasional lainnya, maka diperkirakan wisatawan dari Jawa Timur dan Jawa Barat juga berkunjung ke DIY.
“Saat ini okupansi hotel di Bantul pada Januari sampai awal Februari 2024 ada di bawah 50 persen. Harapannya momen long weekend ini dapat mengungkit kunjungan wisata dan tingkat hunian hotel di Bantul,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul tidak menargetkan jumlah wisatawan yang berkunjung selama long weekend mendatang.
Sebab, masa kampanye Pemilu yang saat ini masih berlangsung cukup berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan.
“Kami secara detail belum menarget harus ada berapa wisatawan,” ungkap Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinpar Bantul Markus Purnomo.
Ia menilai, masa kampanye berpengaruh terhadap wisata. Seperti soal kemacetan di ruas-ruas jalan. Sehingga hingga hari Jumat (2/2) kemarin, tidak ada target yang dicanangkan oleh Dinpar Bantul.
Sebab, libur long weekend mendatang juga berkaitan dengan acara keagamaan.
'Meski ada Imlek tapi di Bantul tidak dilakukan di Parangtritis, tidak seperti Peh Cun. Tanggal 11 Februari besok mungkin akan naik dibanding hari Minggu biasa karena pas ada Labuhan Kraton,” jelasnya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad