Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terendam Air, Kualitas Bawang Merah Terancam Turun

Gregorius Bramantyo • Selasa, 23 Januari 2024 | 16:45 WIB
JADI SEPI: Pedagang saat menyiapkan bawang merah untuk pembeli di Pasar Beringharjo Jogja.
JADI SEPI: Pedagang saat menyiapkan bawang merah untuk pembeli di Pasar Beringharjo Jogja.

RADAR JOGJA – Petani bawang merah di Srigading, Sanden, Bantul terancam gagal panen. Kondisi tersebut terjadi karena beberapa lahan bawang merah terendam air saat musim hujan dan serangan hama ulat grayak.

Salah satu petani bawang merah di Srigading Joko Suyono mengatakan, hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan lahan pertanian miliknya terendam air. Lahan seluas setengah hektare miliknya yang terendam itu akan mempengaruhi kualitas bawang merah yang dipanen.“Otomatis (kualitas) menurun akibat hujan karena bawang merah membutuhkan sinar matahari yang cukup. Ini petani yang panen tidak bisa mengeringkan, daunnya busuk,” katanya, kemarin (22/1).

Sebelumnya tanaman bawang merah di lahannya juga terkena serangan hama ulat grayak yang terjadi pada akhir Desember hingga awal Januari 2024. Hal itu menyebabkan sebagian tanaman bawang merah miliknya mengalami kerusakan. “Sehingga bawang merah mengalami kerusakan,” ungkapnya.

Joko mengaku telah melakukan penanaman bawang merah sejak November 2023 lalu. Sehingga diperkirakan akan panen pada akhir Januari 2024. Ia pun juga mengeluhkan harga bawang merah di tingkat petani yang masih rendah. Berkisar di Rp 8 Ribu hingga Rp 15 Ribu per kilogram.

Meski begitu, kondisi tanaman bawang merah yang saat ini terendam air membuat kualitas bawang merah yang hampir panen menurun. “Bisa dilihat hampir dikatakan panen itu tidak sampai 50 persen,” ujarnya.

Kerugiannya menurutnya cukup banyak. Terlebih harga di tingkat petani yang menurun, otomatis membuat petani merugi. Pada bulan Oktober harga bibit bawang 10-11, bulan yang mau panen ini mencapai Rp 25 Ribu dan Rp 30 Ribu. Maka dengan gagal panen ini petani untuk biaya bibit tinggi, biaya operasional tinggi, tambah serangan ulat grayak, sehingga petani mengalami kerugian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo mengatakan, memang ada beberapa lahan bawang merah yang sempat tergenang di wilayah Pantai Depok dan Parangtritis. Akibat hujan deras disertai angin kencang dalam beberapa waktu terakhir.

Pihaknya telah memberikan informasi kepada petugas setempat untuk segera membuka saluran irigasi supaya air bisa mengalir keluar dengan lancar. “Karena tanaman bawang merah belum saatnya untuk dipanen, baru tiga sampai empat minggu. Karena kalau terendam terlalu lama bisa terjadi pembusukan akar,” katanya. (tyo/din)

Editor : Satria Pradika
#Srigading #Petani #bawang merah