Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunakan Perahu Rafting dan Libatkan 80 Personel, Pelajar yang Terseret Arus Sungai Koteng Ditemukan Mengapung

Gregorius Bramantyo • Senin, 22 Januari 2024 | 22:14 WIB
EVAKUASI: Petugas Basarnas, SAR DIY, TRC, Polairud, Polsek Sedayu, hingga relawan melakukan evakuasi tubuh korban yang tewas hanyut di Sungai Konteng, Sedayu, Bantul, Senin (22/1).
EVAKUASI: Petugas Basarnas, SAR DIY, TRC, Polairud, Polsek Sedayu, hingga relawan melakukan evakuasi tubuh korban yang tewas hanyut di Sungai Konteng, Sedayu, Bantul, Senin (22/1).

BANTUL - Seorang pelajar yang hanyut terbawa arus aliran Sungai Konteng di Padukuhan Surobayan, Kalurahan Argomulyo, Sedayu, Bantul, berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Senin (22/1) pagi.

Pelajar bernama Fabiyan Eyar Firjatulah, 13, asal Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Sleman, hilang terseret arus di aliran Sungai Konteng di Padukuhan Surobayan, Kalurahan Argomulyo, Sedayu, Bantul, Minggu (21/1) siang.

Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta Kamal Riswandi mengatakan, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian pukul 06.00.

Di mana, penyisiran sungai menggunakan perahu rafting, tubing, dan body rafting dari lokasi kejadian sejauh tiga kilometer.

Selain itu, ada pula pemantauan menggunakan drone dari lokasi kejadian sejauh tiga kilometer.

Untuk Tim SAR Gabungan yang terlibat dalam pencarian ini berjumlah kurang lebih 80 personel.

“Saat penelusuran Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban dalam keadaan mengapung di permukaan air pukul 06.45. Untuk kondisinya meninggal dunia," katanya kepada wartawan, Senin (22/1).

Tim SAR Gabungan menemukan korban dengan jarak 2,35 kilometer dari lokasi kejadian kemarin, Minggu (21/1).

Setelah berhasil melakukan evakuasi, Tim SAR Gabungan langsung membawa korban ke Puskesmas Sedayu 1.

“Dengan ditemukannya satu orang Korban tenggelam di kali Konteng Surobayan, operasi SAR dinyatakan ditutup dan semua unsur SAR Gabungan dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," ucap Kamal.

Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menambahkan, jasad korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sedayu 1 untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca Juga: Capaian Imunisasi Polio di Sleman Sudah Capai 98 Persen, Dinkes Sleman Ungkap Penyebab Masih Ada Ribuan Anak Yang Belum Vaksin

Berdasarkan keterangan Puskesmas Sedayu 1, korban sudah meninggal dunia lebih dari enam jam sebelum ditemukan.

Dari hasil pemeriksaan di tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan.

“Jenazah korban langsung diserahkan ke pihak keluarga korban untuk dilakukan persemayaman dan pemakaman,” ucap Jeffry.

Sebelumnya diberitakan, seorang pelajar bernama Fabiyan Eyar Firjatulah, 13, asal Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Sleman, hilang terseret arus di aliran Sungai Konteng, Padukuhan Surobayan, Kalurahan Argomulyo, Sedayu, Bantul, Minggu (21/1).

Korban sempat dinyatakan hilang dan Tim SAR, Basarnas serta relawan pun berupaya mencari jasad korban menyusuri sungai Konteng.

Hingga akhirnya, pada Senin (22/1) pagi, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#aliran sungai #Bantul