Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pamerkan 30 Karya Pelajar SMA, Jogja Komik Weeks 2023 Usung Tujuh Unsur Kebudayaan DIY

Wulan Yanuarwati • Rabu, 11 Oktober 2023 | 10:57 WIB
 
KAYA IDE: Suasana pemeran Jogja Komik Weeks 2023 di Sangking Art Space Jogja. (Dok Jogja Komik Weeks 2023)
KAYA IDE: Suasana pemeran Jogja Komik Weeks 2023 di Sangking Art Space Jogja. (Dok Jogja Komik Weeks 2023)

BANTUL - Sebanyak 30 karya komik pelajar SMA/SMK se-DIY dipamerkan pada acara Jogja Komik Weeks 2023. Pemeran diselenggarakan 9 sampai 18 Oktober 2023 di Sangkring Art Space Jogja.


Karya terbaik para pelajar ini berhasil dijaring melalui program Kukuruyug #9 pada Agustus 2023. Mengusung tema 7 Unsur Kebudayaan DIY. 

Baca Juga: Pameran Budaya Indis-Jawa, Perkuat Branding Wisata di Kawasan Kotabaru

"Tujuan dari tema khusus ini adalah agar para siswa peserta workshop dan lomba komik Kukuruyug #9 ini lebih paham dan mengerti bahwa Yogyakarta ini kaya akan ide cerita untuk dijadikan komik," ujar kurator dari Mulyakarya, Danang Catur, Selasa (10/10/2023).


Tujuh unsur budaya yang dimaksud ialah yang selama ini akrab dan melekat bagi rakyat Jogja. Di antaranya, terdiri dari sistem religi dan upacara keagamaan, sistem organisasi kemasyarakatan, dan sistem pengetahuan.

Baca Juga: Dinilai Menambah Aura Spiritualitas Umat Buddha, Kemenag Dukung Pemasangan Chattra Candi Borobudur

Selain itu, juga bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian hidup, dan sistem teknologi, dan peralatan hidup.


"Misalnya Sumbu Filosofi Jogja adalah konsep tata ruang yang dibuat oleh Sri Sultan HB I abad ke-18. Konsep tata ruangnya berdasarkan konsepsi Jawa. Bentuknya adalah struktur jalan lurus yang membentang antara panggung Krapyak di sebelah selatan, Keraton Jogja di tengah dan Tugu Golong Gilig di sebelah Utara," jelasnya. 

Baca Juga: Pelestarian Kawasan Sumbu Filosofi, Ratusan Kendaraan Bermotor Melintas Malioboro Diuji Emisi, Hasilnya...

Sementara itu, Kurator Pameran Jogja Komik Weeks 2023 Terra Bajraghosa mengatakan, pameran menampilkan 25 seniman undangan dan 5 seniman open call. Kali ini, pameran sebagai upaya untuk melihat energi kreator yang kemudian bisa menginspirasi kreator lainnya. 


"Energi Juxtaposisi dalam tema besar Jogja Komik Weeks kali ini, dimaksudkan bahwa energi atau kekuatan dari komik masih mempunyai dampak yang luas di masyarakat," jelasnya.

Baca Juga: Modal Utama Sejahterakan Masyarakat , Konsep Pariwisata Berkelanjutan Diterapkan di Sumbu Filosofi

Dia menila, lebih dari tiga tahun terakhir, karya komik baik berupa gambar dan lambang yang terjukstaposisi mempunyai daya yang kuat untuk terus bergerak menembus sekat-sekat masa pandemi Covid-19.

Termasuk merekam situasi sosial, menjadi ruang berbagi, menyediakan hiburan, hingga media informasi.

Baca Juga: Penanda Siklus Kehidupan, Sumbu Filosofi Jogja Jadi Warisan Budaya Dunia

"Pameran Yogyakarta Komik Weeks 2023 berusaha melihat hal tersebut sebagai sebuah energi yang berupa kekuatan dan daya hidup kreator komik yang melalui karya seninya, berpindah dan menginspirasi kreator komik, atau karya seni lainnya," jelasnya.


Selain pameran, Jogja Komik Weeks 2023 juga menampilkan berbagai acara. Di antaranya seminar komik, pembacaan komik, dan melodi komik yang dilaksanakan 14 Oktober pukul 14.00 sampai 19.00 WIB.

Baca Juga: Pastikan Sumbu Filosofi Jogja Jadi Daya Tarik Dunia, Naikkan Kunjungan Wisata dan Sejahterakan Warga

 

Kemudian, tanggal 15 Oktober pukul 14.00 hingga 17.00 WIB terdapat kegiatan bincang komik, drama komikal, coswalk, dan kabaret. (lan)

 
Editor : Amin Surachmad
#Sangkring Art Space #Komik #DIY