Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Bantul Bidik KLA Kategori Paripurna di Peringatan Hari Anak Nasional

Iwan Nurwanto • Senin, 31 Juli 2023 | 02:27 WIB
PARIPURNA: Suasana peringatan Hari Anak Nasional yang digelar di Pendopo Parasamya Pemkab Bantul pada Minggu (30/7). (Dok Humas Pemkab Bantul)
PARIPURNA: Suasana peringatan Hari Anak Nasional yang digelar di Pendopo Parasamya Pemkab Bantul pada Minggu (30/7). (Dok Humas Pemkab Bantul)

 

BANTUL - Pemkab Bantul membidik predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) paripurna pada tahun 2024 mendatang. Target itu diambil usai wilayah di sisi selatan Jogjakarta itu meraih KLA kategori utama pada tahun ini.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, memang bukan hal yang mudah bagi Pemkab Bantul untuk mendapatkan predikat KLA paripurna. Terlebih sampai saat ini belum ada kabupaten/kota di Indonesia yang dapat meraih predikat tersebut.

Meskipun demikian, ia mengaku tetap optimis target itu bisa tercapai tahun depan. Terlebih menjadi KLA juga telah masuk sebagai salah satu misi kabupaten Bantul. Yakni memberikan perlindungan terhadap anak, ramah terhadap perempuan, dan penyandang disabilitas.

"Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus memiliki urusan terkait anak dan terlibat langsung untuk mencapai Bantul sebagai KLA," ujar Halim di sela peringatan Hari Anak Nasional yang digelar di Pendopo Parasamya Pemkab Bantul, Minggu (30/7).

Halim membeberkan, beberapa syarat mencapai KLA adalah dengan mewujudkan sekolah yang ramah anak. Yakni sebuah lingkungan pendidikan yang dapat melindungi anak dari kekerasan fisik maupun psikis.K

Kemudian juga lingkungan yang sehat dan ramah anak. Dalam mewujudkannya, pemkab telah memiliki program Bantul Bersih Sampah 2025. Dalam program itu Pemkab Bantul memberikan kebijakan untuk mengatur pengolahan sampah mulai dari tingkat kabupaten sampai padukuhan. Selain itu juga telah ada program bantuan sebesar Rp. 50 juta per padukuhan untuk mengelola lingkungan, pendidikan, dan kesehatan.

Halim menambahkan, pihaknya juga telah mendorong agar puskesmas dan kantor pemerintahan bisa memiliki standar yang ramah atau tidak berbahaya bagi anak-anak. Kemudian selain dari sektor pemerintahan, ia juga meminta kepada semua orang tua agar sama-sama berkomitmen memberikan hak-hak anak.

"Karena untuk mewujudkan KLA Paripurna tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Bantul Lukas Sumanasa menyampaikan, pihaknya optimistis Bantul bisa meraih KLA kategori Paripurna tahun depan. Ia juga berharap peringatan Hari Anak Nasional ini bisa menjadi momentum untuk merefleksikan peranan dan tanggung jawab semua pihak dalam melindungi hak-hak anak.

"Masa depan anak bangsa ditentukan oleh anak saat ini," katanya. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#KLA #hari anak nasional #Bantul