Hal itu terungkap saat Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara yang digelar Anggota MPR RI Ibnu Mahmud Bilalluddin di aula balai Kalurahan Wijirejo Sabtu (25/3). Agenda yang dihadiri sekitar 150 peserta itu juga menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantul Arba Riksawan Qomaru sebagai narasumber.
”Pancasila sebagai darul ahdi berarti negeri yang bersepakat pada kemaslahatan,” jelas Arba Riksawan Qomaru yang mengangkat materi tentang Pancasila sebagai Ideologi.
Qomaru, sapaan Arba Riksawan Qomaru memaparkan, darul ahdi juga bisa diartikan sebagai darussalam. Yang berarti negeri penuh dengan kedamaian.
Menurutnya, Pancasila sebagai darul ahdi wa syahadah berangkat dari tiga pokok latar belakang. Pertama, adanya golongan yang masih mempersoalkan relasi antara Islam dan Negara berdasarkan Pancasila. Terutama umat Islam. Kedua, fakta bahwa Indonesia sebagai bangsa saat itu belum merumuskan secara gamblang dan membuat penjelasan akademik mengenai Negara Pancasila. Ketiga, ancaman dari kelompok Islam lain yang berpotensi sebagai ancaman terhadap Negara Pancasila.
”Sehingga, darul ahdi wa syahadah sebagai titik temu antara keislaman dan kehidupan berbangsa,” tegasnya.
Qomaru berpendapat pemahaman Pancasila sebagai darul ahdi wa syahadah berhasil membangun watak anak bangsa sebagai umat Islam sekaligus penduduk tanah air.
Ibnu Mahmud Bilalluddin mengungkapkan hal senada. Menurutnya, generasi sekarang mustahil bertemu dengan para pelaku sejarah. Karena itu, politikus PAN ini menegaskan, sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara bagi generasi penerus sangat penting. Agar mereka mengetahui bahwa bangsa ini didirikan dengan penuh cucuran keringat, air mata, dan darah.
”Dengan memahami sejarah bangsa generasi penerus tidak akan mudah dipecah belah dan disusupi unsur asing,” ingatnya.
Turut hadir Lurah Wijirejo Wisnu Riyanto, Anggota DPRD DIJ Atmaji dan Wakil Ketua DPRD Bantul Damba Aktivis. Juga, Anggota DPRD Bantul Sadji. (zam) Editor : Editor Content