Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Remaja Masih Butuh Pemahaman Berlalu lintas 

Editor News • Minggu, 19 Desember 2021 | 20:00 WIB
CEKATAN : Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau pelatihan mengemudi kendaraan bermotor tahun 2021 di Kampus Terpadu Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, Sedayu, Bantul, Sabtu (18/12). (WINDA ATIKA/RADAR JOGJA)
CEKATAN : Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau pelatihan mengemudi kendaraan bermotor tahun 2021 di Kampus Terpadu Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, Sedayu, Bantul, Sabtu (18/12). (WINDA ATIKA/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak dan remaja di Indonesia masih tinggi. Ini disebabkan masih minimnya kesadaran mewujudkan keselamatan. Hal ini diperlukan edukasi sedini mungkin, terutama melalui saluran pendidikan agar kecelakaan lalu lintas bisa ditekan.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan tingginya angka kecelakan di Indonesia merupakan masalah serius yang harus menjadi perhatian bersama seluruh stakeholder. Terutama generasi muda, penting harus mengetahui sejak dini terkait pemahaman keselamatan dalam berlalu lintas.

“Iya perlu langkah serius kita bersama seluruh stakeholder dalam menanamkan pemahaman berlalu lintas yang benar,” katanya disela menghadiri sosialisasi keselamatan transportasi dan pelatihan mengemudi kendaraan bermotor tahun 2021 di Kampus Terpadu Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, Sedayu, Bantul, Sabtu (18/12).

Budi menjelaskan data kecelakaan di Indonesia dari tahun 2016-2020, diantara 75 persen kendaraan terlibat kecelakaan ialah sepeda motor. Diantara presentase itu kelompok usia korban terbanyak adalah usia 15-24 tahun atau usia pelajar. Faktor utama kecelakaan yang terjadi itu, kerap kali disebut karena beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh pengemudi yang mayoritas kalangan pelajar dan mahasiswa.

“Jadi penting sekali menumbuhkan budaya transportasi yang berkeselamatan kepada generasi muda,” katanya.

Beberapa data pelanggaran yang dilakukan tersebut, antara lain menggunakan handphone saat berkendara, tidak mengenakan helm saat berkendara roda 2, melanggar rambu dan marka jalan, belum atau tidak memiliki SIM, ngebut atau ugal-ugalan saat berkendara di jalan.

“Berlalu lintas adalah suatu budaya yang memang harus ditanamkan sejak muda. Kepekaan dan kepedulian generasi milenial akan keselamatan di jalan, merupakan satu gerakan moral untuk mendukung proses membangun budaya tertib berlalu lintas, maka safety riding memang sangat penting sekali,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, sekitar 263 peserta dalam kegiatan tersebut mendapat pembekalan teori-teori basic safety riding hingga pelatihan mengemudi kendaraan bermotor yang baik dan benar. Diharapkan ke depan juga bisa menjadi kader-kader pelopor keselamatan dalam berlalu lintas.

“Nah ini basic karena kami memiliki akses untuk safety riding dan kita tahu bahwa berlalu lintas itu harus diajarkan sejak dini, sehingga lalu lintasnya makin baik, kalau nggak semrawut,” tambahnya.

Sementara Direktur Mu’allimin Aly Aulia mengatakan kegiatan ini bisa menjadi bekal para santri untuk mengetahui pentingnya mengetahui dan mempraktikkan berkendara yang baik, benar dan aman. Sebab sejak masuk ke Mu’allimin para santri tidak diperkenankan membawa dan mengendarai kendaraan pribadi.

“Pelatihan mengemudi ini nanti bisa mendapatkan SIM A dan C gratis bagi peserta yang lolos ujian SIM,” katanya. (*/wia/dwi) Editor : Editor News
#tertib lalulintas #Menhub Budi Karya Sumadi #Madrasah Mualimin Muhammadiyah Sedayu