Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waduhhh....Bahaya, Ada Baliho Nyaris Ambruk di Banguntapan

Editor News • Senin, 9 Januari 2017 | 17:54 WIB
Papan reklame di simpang empat Ketandan ambruk setelah hujan disertai angin kencang menerjang wilayah ini selama satu jam lebih, Minggu, (8/1). Petugas BPBD Bantul dan kepolisian segera mengamankan jalan di titik tersebut demi keselamatan pengendara kenda
Papan reklame di simpang empat Ketandan ambruk setelah hujan disertai angin kencang menerjang wilayah ini selama satu jam lebih, Minggu, (8/1). Petugas BPBD Bantul dan kepolisian segera mengamankan jalan di titik tersebut demi keselamatan pengendara kenda
RADARJOGJA.CO.ID - BANTUL - Lagi, hujan deras disertai angin kencang membawa kerusakan. Papan reklame berukuran besar di JalanWonosari, Ketandan, Banguntapan, Bantul ambruk, Minggu (8/1). Ambruknyapapan reklame raksasa ini memang tidak menimbulkan kerusakan atau melukaipengguna jalan. Namun, hal itu me nyebabkan kekhawatiran warga.

"Sekitar jam 15.00 kejadiannya," ucap Gayuh, warga setempat, Minggu (8/1).

Dikatakan, ambruknya papan reklame sempat menyebabkan kemacetan arus lalu lintas. Menyusul evakuasi yang dilakukan personel Badan PenanggulanganBencana Daerah dan aparat kepolisian.

Selain papan reklame, hujan deras diserta angin kencang yang berlangsungsekitar satu jam lebih juga menimbulkan belasan batang pohon tumbang.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bantul Setiya menaruh perhatian serius atas kasus tersebut.

"Insiden ini menunjukkan penegakkan Perda No. 20/2015 tentang Penyelenggaraan Reklame dan Media Informasi belum maksimal," sindirnya.

Perda tersebut juga menyebutkan, setiap satu sudut persimpangan hanya boleh berdiri satu papan reklame. Kondisi ini berbanding terbalik dengan fakta di lapangan.Banyak ditemukan papan reklame dalam satu titik persimpangan. Seperti di simpang empat Ketandan,Banguntapan.

"Malah lebih dari tiga di Ketandan," bebernya.

Politikus PKS itu mendesak aparat penegak perda menertibkan penataan reklameasal-asalan ini. Menurutnya, tindakan teas kepada pemasang reklamenakal tak akan berpengaruh pada pendapatan daerah. Apalagi, tahun ini ada
penurunan target pendapatan reklame dari Rp 2 miliar di 2016 menjadi Rp 1miliar. (zam/yog/mar) Editor : Editor News
#baliho nyaris ambruk #BPBD Bantul #Pemkab Bantul