RADAR JOGJA - Desa Karangrejo, Borobudur banyak dilirik oleh wisatawan. Baik lokal maupun mancanegara. Sebab ada beberapa destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Seperti Bukit Rhema atau Gereja Ayam, Punthuk Setumbu, Bukit Barede, kebun buah, hingga balai ekonomi desa (balkondes).
Kepala Desa Karangrejo M Hely Rofikun mengutarakan, setelah Candi Borobudur ditetapkan sebagai destinasi pariwisata super prioritas (DPSP), warga setempat semakin melek untuk menghidupkan wisata dan potensi lain di masing-masing desa. Sebab dapat memberi efek domino terhadap perekonomian warga.
Utamanya sisi wisata. Pemdes Karangrejo pun mengoptimalkan beberapa destinasi di wilayahnya sebagai penunjang keberadaan Candi Borobudur. Sehingga wisatawan tidak hanya terpusat di candi saja, tapi menyebar di seluruh kawasan. Termasuk di Desa Karangrejo.
Baca Juga: Delvintor Siap Tampil Gigih di Balapan Terakhir MXGP 2024
Baca Juga: Konsepnya Risk Management Partnership, Jasindo Perkuat Bisnis melalui Salesforce dan Jejaring Daerah
Hely mengatakan, dalam pengembangan desa, pemdes menggandeng warga setempat agar semakin berdaya. Salah satu contoh di Punthuk Setumbu yang mempekerjakan kurang lebih 100 orang. “Ditambah gasblock Truntum dan balkondes, masing-masing 30 orang," ujar Hely di kediamannya, Jumat sore (19/7).
Saban hari, ada wisatawan yang bertandang ke sana. Baik untuk berwisata maupun sekadar menikmati suasana alam di balkondes. Apalagi Balkondes Karangrejo dilengkapi dengan gas alam yang menjadi daya tarik wisatawan.
Keberadaannya menjadi wujud komitmen PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN dalam menyalurkan energi baik kepada warga. Pembangunan pipa gas sepanjang 3.900 meter itu untuk melayani ratusan sambungan jaringan gas bumi rumah tangga.
Peluang itu dimanfaatkan warga untuk mengubah rumahnya menjadi penginapan atau yang biasa disebut homestay. Di tahun-tahun pertama, kata dia, warga kurang begitu antusias untuk menjadikan desanya sebagai jujugan wisawatan.
Baca Juga: Sudah Sah! Berikut 3 Hal Unik di Pernikahan Thoriq Halilintar dan Aaliyah Massaid
Namun, lambat laun pola pikir mereka semakin terbuka.
Bahkan, banyak warga yang berkreasi dan berinovasi agar mendatangkan lebih banyak wisatawan ke desanya. Ke depan, Hely berkeinginan untuk memperkuat dan membuat titik keramaian baru di masing-masing dusun di Desa Karangrejo. Muaranya adalah meningkatkan ekonomi warga.
Sebab, dia ingin, setiap wisatawan yang datang ke Desa Karangrejo dapat membawa pulang cendera mata. "Tapi, ikon Desa Karangrejo yang masih menjadi PR. Ke Karangrejo itu dapat apa, oleh-olehnya apa, yang menjadi makanan khasnya itu apa. Sehingga ada kesan tersendiri bagi mereka supaya tidak bosan datang ke sini," imbuhnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo