RADAR JOGJA - Aglaonema Park jadi surga bagi kolektor dan pecinta tanaman hias. Di sini, para pengunjung akan disuguhi dengan 209 varian dan hampir 90 ribu batang aglonema yang ditata begitu rupa membentuk spot foto instagramable.
Varian yang paling banyak digunakan adalah Dud Anjamani, Dud White, Red Stardust, hingga Snow White. Varian yang jarang ditemui juga digunakan di Indonesia, seperti Lotus Delight, Minion, dan Astuti. “Ada spot foto air terjun, batik, hingga tulisan I Love You,” ucap Tri Harjanto, salah satu pengelola Aglaonema Park, Jumat (5/7).
Menurut Harjanto, penataan aglaonema dengan corak demikian bertujuan untuk mendekatkan tanaman hias pada berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu. “Konsepnya kekinian. Jadi, pengunjung yang masuk bisa mengunggah di media sosial dengan senang,” katanya.
Aglaonema Park sendiri merupakan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Tridadi Makmur yang berlokasi di Kompleks Puri Mataram, Panglikan, Tridadi, Sleman.
Harjanto menjelaskan ide membentuk Aglaonema Park dimulai pada 2021 akhir. Sementara proses pengembangbiakan tanamannya sudah dimulai sejak 2018. “Dulu hanya jadi produsen untuk dijual ke pedagang. Stok kami sampai puluhan ribu batang,” tambah Harjanto.
Dia menjelaskan wisata ini adalah yang pertama ada di Indonesia dengan mempertimbangkan penataan, perpaduan warna, hingga motif tanaman. “Kalau konsep memperbanyak aglonema mungkin ada, tapi tidak memikirkan masalah wisatawan,” tambahnya.
Daya tarik lain dari Aglaonema Park adalah berdirinya patung Greg Hambali yang dikenal sebagai Bapak Aglonema Indonesia. Menurut Harjanto, Greg adalah sosok yang berhasil menemukan corak merah pada tanaman aglonema. “Aglaonema hasil penyilangan beliau lebih dari 100 varian,” katanya.
Harjanto berharap wisata ini bisa sekaligus jadi wahana edukasi bagi siapa pun. Terlebih, dia menargetkan Aglaonema Park bisa mengoleksi semua varian aglonema di dunia. “Jadi nanti kita tahu asal mula corak aglaonema yang beragam,” katanya. (cr1/pra)