RADAR JOGJA - Bagi generasi 90-an mungkin akrab dengan celana mambo. Jenis celana yang identik dengan logo alien itu pernah menjadi buruan para anak-anak muda di kalangan penjual pakaian.
Salah seorang pedagang pakaian di Pasar Beringharjo Lugiyem mengatakan, celana mambo menempati puncak tren sekitar tahun 2003-2004. Kala itu, banyak anak-anak muda yang membeli celana itu agar bisa tampil trendi.
Kendati banyak orang banyak mengenal fesyen tersebut dengan nama celana mambo, Lugiyem mengaku lebih akrab menyebutnya sebagai celana skater.
Celana mambo dulu memiliki banyak warna. Namun yang paling banyak disukai anak-anak muda hanya empat. Yakni hitam, putih, abu-abu, dan coklat.
"Dulu celana itu dipakai anak-anak muda, tapi sekarang sudah jarang dan bahkan hilang,” ujar Lugiyem saat ditemui Selasa (3/2).
Wanita 70 tahun itu menyebut, era celana mambo yang identik dengan style gombrong habis sekitar tahun 2005-2006. Kemudian diganti dengan tren celana street yang cenderung ketat.
Lugiyem menyebut anak-anak muda kini kembali menyukai tren celana gombrong. Namun bukan kembali ke celana mambo. Tapi beralih ke celana skena yang mirip dengan celana baggy.
“Setelah pandemi, ngetren ke celana skena,” ungkap pedagang pakaian yang sudah bertahan 30 tahun di Pasar Beringharjo ini. (inu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita