Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KUD Pernah Jaya  Era 1980-1990-an, Manfaatnya Benar Dirasakan Warga

AM
BERTAHAN: Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) di Jalan Arungbinang, Kebumen tetap eksis meski persaingan usaha semakin ketat. (M. Hafied/Radar Jogja)
BERTAHAN: Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) di Jalan Arungbinang, Kebumen tetap eksis meski persaingan usaha semakin ketat. (M. Hafied/Radar Jogja)

Advertisement

RADAR JOGJA - Masa kejayaan Koperasi Unit Desa (KUD) kini tinggal kenangan. Koperasi yang dahulunya dinilai mampu menjadi penopang ekonomi, sekarang hanya memberikan kisah tersendiri bagi anggotanya.

Sumono, 60, yang dulu merasakan langsung perjalanan KUD bercerita, KUD saat itu strategis dalam menjalankan berbagai sektor usaha. Keberadaan koperasi cukup dirasakan manfaatnya untuk ekonomi warga. "Dulu itu benar-benar dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota koperasi," ucapnya kepada Radar Jogja, Kamis (20/8).

Dia mengungkapkan, masa kejayaan KUD berlangsung di era 1980-1990-an. Waktu itu, KUD mampu eksis karena belum begitu banyak persaingan usaha. Pada masa itu beragam unit usaha digarap secara serius. Mulai dari unit simpan pinjam, pembayaran listrik, kebutuhan pertanian hingga menampung hasil pertanian.

Dari aktivitas usaha inilah banyak warga yang merasa terbantu. "Pupuk dan segala macam itu tersedia. Anggotanya senang karena unit usaha terpusat," ucap warga Desa Prembun, Kecamatan Prembun itu.

Sumono menyatakan, zaman kini telah berubah. Persaingan usaha juga semakin ketat. Perkembangan teknologi juga membuat KUD semakin terancam. Puncaknya, selepas era reformasi koperasi yang dahulu tumbuh subur perlahan mulai tutup beroperasi.

Advertisement

Minimnya aktivitas koperasi kemudian berdampak terhadap keberlangsungan organisasi dan pelayanan kepada anggota KUD. "Sekarang di Kebumen KUD tinggal hitungan jari. Tinggal masa lalu saja," katanya.

Menurutnya, secara prinsip KUD memiliki peranan penting sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan. Namun kembali lagi semua hanya menjadi kenangan masa lalu. Dia berharap, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang kini sedang digagas pemerintah, dapat eksis seperti masa kejayaan KUD dahulu. "Yang terpenting anggota koperasi itu kerasan. Terbantu dan tidak dirugikan. Itu poin penting," bebernya. (fid/laz)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Akan Berkampanye, Menteri Koperasi Ferry Juliantono Siap Jadi Promotor Potensi Kebumen

Akan Berkampanye, Menteri Koperasi Ferry Juliantono Siap Jadi Promotor Potensi Kebumen

Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat menghadiri Kebumen Travel Mart 2026 di Benteng Van Der Wijck, Kamis (27/8). (M Hafied/Radar JogjAkan Berkampanye, Menteri Koperasi Ferry JuliantonoSiap Jadi Promotor Potensi Kebumen

Kompas Alami di Otak Kuda, Benarkah Hewan Ini Bisa Pulang Tanpa Melihat?

Kompas Alami di Otak Kuda, Benarkah Hewan Ini Bisa Pulang Tanpa Melihat?

Mengapa kuda bisa menemukan jalan meski matanya ditutup? Simak penjelasan tentang memori spasial, pendengaran, penciuman, dan sensor tubuh kuda.

Muhammad Kanu Resmi Berlabuh ke Persiku Kudus 

Muhammad Kanu Resmi Berlabuh ke Persiku Kudus 

Muhammad Kanu Resmi Berlabuh ke Persiku Kudus Setelah membawa PSS promosi ke super league

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer