"Tidak ada target spesifik. Untuk personal ya cuma bisa dapat menit main saja," ungkap Abiyoso, Senin (2/3/2026).
Meski beberapa kali dipercaya tampil, bahkan di beberapa pertandingan terakhir selalu bermain sejak menit pertama, ia mengakui persaingan di dalam tim semakin ketat.
Apalagi dengan kemungkinan regulasi pemain asing yang bisa berubah musim depan, menurutnya, setiap pemain lokal harus terus meningkatkan kualitas.
"Musim depan kita tidak tahu untuk regulasi pemain asing. Yang jelas saya harus tetap improve. Karena sudah beda dari yang dulu-dulu dan sekarang sudah banyak pemain asing," katanya.
Abiyoso menambahkan, satu-satunya cara untuk bertahan dalam persaingan adalah tampil maksimal di setiap sesi latihan dan memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan pelatih.
"Saya harus maksimal di setiap latihan. Dan memanfaatkan setiap dikasih menit sama head coach, setiap menit itu berharga," tuturnya.
Di sisi lain, ia juga berbicara soal target tim di kompetisi BRI Super League 2025/2026. Sebagai tim promosi, PSIM menargetkan bertahan di kompetisi. Namun, menurut Abiyoso, Laskar Mataram tidak ingin hanya sekadar selamat dari degradasi.
"Targetnya kan bertahan, tapi kita nggak mau cuma bertahan kan. Kita harus memberi lebih dan yang terbaik lah," tegasnya.
Saat ini PSIM berada di papan tengah klasemen, tepatnya di posisi keenam, dan masih berpeluang merangsek ke posisi yang lebih tinggi. Situasi itu membuat Abiyoso optimistis timnya bisa terus bersaing hingga akhir musim.
Baginya, kontribusi sekecil apa pun tetap berarti, asalkan mampu membantu tim untuk meraih hasil maksimal. "Bagi saya yang paling penting tim menang. Itu yang utama," ungkap pemain asal Purworejo ini. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun