JAKARTA – Usia baru 5 tahun, tapi sudah berani bertarung di meja biliar internasional melawan ratusan atlet dari 31 negara.
Namanya Fajar Alamri, bocah ajaib asal Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, yang langsung jadi sensasi di Carabao International Open (CIO) 2026!
Turnamen bergengsi yang digelar 4–8 Februari 2026 di NICE PIK 2, Tangerang ini diikuti 341 peserta.
Fajar tercatat sebagai peserta termuda dan langsung lolos ke babak utama (main draw) berkat undangan khusus penyelenggara.
Meski akhirnya kalah tipis 3-4 dari lawan yang jauh lebih senior di hari kedua, aksi bidikan lurus dan kontrol bolanya bikin semua orang melongo.
Bahkan legenda biliar dunia Efren Reyes ikut memperhatikan dan memuji potensi bocah ini.
Bayangkan: Fajar harus pakai papan pijakan supaya bisa mencapai permukaan meja, tapi pukulannya?
Jauh lebih akurat daripada banyak pemain dewasa!
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir langsung angkat topi.
Lewat media sosial, Menpora menyebut Fajar sebagai talenta "kecil tapi berapi-api" yang harus terus diasah.
"Keren sekali! Terus latih kemampuanmu ya, Fajar. Indonesia butuh generasi muda seperti kamu untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional," tulis Erick Thohir.
Ayah Fajar, Jafar Alamri — yang juga atlet biliar berprestasi di daerah — mengaku bangga sekaligus terharu.
Menurutnya, bidikan Fajar sudah lurus sejak kecil.
Sebelum CIO 2026, bocah ini hanya ikut beberapa turnamen kecil di kampung.
Debut internasional ini jadi batu loncatan besar.
Video aksi Fajar yang diunggah akun resmi Carabao Billiards langsung viral di Instagram, TikTok, dan X.
Netizen ramai berkomentar: "Ini bocah masa depan Indonesia!", "Umur 5 tahun sudah main 9-ball level dunia, gila!"
Kisah Fajar Alamri membuktikan: talenta hebat bisa lahir dari mana saja, bahkan dari pelosok Tolitoli, Sulawesi Tengah.
POBSI (Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia) dan Moor Production sebagai penyelenggara patut diapresiasi karena berani mengundang talenta muda seperti ini.
Indonesia punya harapan baru di cabang olahraga biliar.
Siapa tahu, 10-15 tahun lagi, Fajar Alamri jadi juara dunia dan bawa medali emas buat Merah Putih. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin