Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tanpa Pemenang di SSA Bantul, Van Gastel Nilai PSIM Jogja Layak Menang atas Persis Solo

Fahmi Fahriza • Jumat, 6 Februari 2026 | 20:30 WIB
Sesi konferensi pers setelah pertandingan antara PSIM Jogja melawan Persis Solo
Sesi konferensi pers setelah pertandingan antara PSIM Jogja melawan Persis Solo

JOGJA - Duel panas Derby Mataram antara PSIM Jogja kontra Persis Solo di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Jumat (6/2/2026), berakhir tanpa pemenang. Kedua tim harus puas berbagi satu poin usai bermain imbang 0-0 pada lanjutan pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026.

Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya atas hasil itu. Menurutnya, Laskar Mataram tampil dominan dan menciptakan banyak peluang, namun gagal mengonversinya menjadi gol.

"Hasil ini mengecewakan. Saya pikir kami menciptakan cukup banyak peluang untuk memenangkan pertandingan. Kami mendominasi," ujar Van Gastel dalam konferensi pers pascapertandingan.

Meski gagal meraih kemenangan, pelatih asal Belanda itu menegaskan dirinya tidak menyalahkan para pemainnya. Menurutnya para pemainnya sudah bekerja keras. "Saya tidak bisa menyalahkan pemain saya. Mereka sudah melakukan segalanya di lapangan," tambahnya.

Sementara itu, perwakilan pemain PSIM Jogja Andi Irfan mengakui timnya kecewa karena gagal mengamankan tiga poin penuh di kandang sendiri.

"Hari ini kita kecewa tidak dapat poin penuh. Padahal banyak peluang. Semoga ini jadi pelajaran dan kami kerja keras terus di latihan supaya pertandingan selanjutnya bisa dapat tiga poin," ucap Irfan.

Menanggapi sorotan soal tiga laga terakhir tanpa kemenangan, Van Gastel meminta publik melihat konteks lebih luas. Ia menekankan PSIM adalah tim promosi dengan keterbatasan anggaran dibanding lawan-lawannya.

"Tim-tim yang kami hadapi, Persebaya juga Persis Solo punya anggaran yang jauh lebih banyak dari kami, lalu Borneo ada di posisi kedua. Kami tim promosi dengan budget kecil dan tidak bisa banyak melakukan transfer," jelasnya.

Meski demikian, Van Gastel menilai perkembangan PSIM sejauh ini sudah sangat positif, dan berharap semakin baik ke depannya. "Klub ini berkembang dengan baik secara organisasi dan struktur. Kami sudah sampai di 31 poin," katanya.

Dari kubu Persis Solo, Pelatih Milomir Seslija menyebut laga ini benar-benar mencerminkan atmosfer Derby Mataram. Ia mengapresiasi permainan tuan rumah serta perjuangan para pemainnya.

"Ini benar-benar pertandingan derby. Tidak mudah bermain dalam cuaca panas seperti ini. Satu poin ini sangat berharga bagi kami dan memberi kepercayaan diri untuk pertandingan berikutnya," ujar Milo.

Di sisi lain, Milo juga memuji sikap fair play PSIM serta kepemimpinan yang ditunjukkan wasit, sembari menegaskan timnya masih dalam proses adaptasi.

"Kami semakin baik dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Ini clean sheet pertama kami, meski transisi menyerang masih harus diperbaiki," tambahnya.

Sementara itu, pemain Persis Luka Dumancic menilai hasil imbang ini penting bagi timnya dalam menatap sisa kompetisi. "Ini pertandingan yang sulit, benar-benar derby. Satu poin ini sangat penting dan kami akan terus berjuang di sisa musim," kata Luka.

Hasil imbang ini membuat kedua tim harus menunda ambisi meraih kemenangan di Derby Mataram. Sekaligus menjadi catatan evaluasi masing-masing pelatih jelang laga-laga berikutnya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Van Gastel #Persis Solo #stadion sultan agung #PSIM #BRI Super League 2025 2026 #Andi Irfan #SSA Bantul #derby mataram #BRI Super League #milomir seslija #Laskar Mataram #persis #Jean Paul van Gastel #SSA #BRI Super League 2026 #PSIM Jogja