JOGJA - Kiper muda PSIM Jogja Cahya Supriadi tampil impresif selama Agustus lalu. Dari empat pertandingan yang dijalani Laskar Mataram di bulan kemerdekaan, kiper berusia 22 tahun itu tampil sebagai starter tiga kali.
Dia terpaksa absen satu pertandingan karena harus membela timnas Indonesia U-23.
Berkat kegemilangannya menjaga gawang PSIM, Cahya mendapat anugerah dan meraih penghargaan Best Save of The Month periode Agustus.
Penghargaan itu diberikan atas kerja kerasnya menghalau berbagai serangan Maung Bandung, termasuk menggagalkan tendangan penalti Marc Klok saat PSIM menjamu Persib Bandung, dengan skor akhir sama kuat 1-1, 24 Agustus lalu.
"Saya ucapkan terima kasih banyak atas support-nya. Terima kasih juga pada BRI Super League atas penghargaan ini," katanya Selasa (16/9).
Meski berstatus sebagai rekrutan baru di PSIM, kiper kelahiran 11 Februari 2003 itu sejauh ini selalu jadi pilihan utama Pelatih Jean Paul van Gastel.
Dari lima pertandingan yang dijalani PSIM, Cahya tampil penuh sebagai starter dalam empat pertandingan.
Tren itu dimungkinkan masih akan terus berlanjut, apalagi tidak ada agenda yang mengharuskan ia kembali memperkuat timnas Indonesia.
Merespons penghargaan yang diraihnya, Cahya mengaku senang dan bersyukur. Diakui, hal tersebut juga akan menjadi motivasi tambahan dan semakin melecut semangatnya untuk bisa berkembang dan tampil lebih baik lagi di laga-laga berikutnya.
"Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi saya ke depannya untuk tampil lebih baik dan berkembang lagi," tutur pemilik nomor punggung 19 di PSIM ini. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun