Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PSS Sleman Akan Lakukan Eksperimen di Jeda Internasional

AR
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra. (Foto: Rizky Wahyu/Radar Jogja )
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra. (Foto: Rizky Wahyu/Radar Jogja )

Advertisement

SLEMAN - Jeda internasional FIFA Matchday periode September 2026 menjadi napas lega PSS Sleman. Sebab, skuad berjuluk Laskar Sembada ini bakal memanfaatkan waktu luang selama 2,5 minggu ke depan untuk meramu kembali kedalaman tim dan mengevaluasi peta kekuatan.

​Langkah pembenahan ini diambil menyusul hasil minor di awal kompetisi Super League musim 2026/2027. Mengingat, tim kebanggaan Bumi Sembada ini harus menelan kekalahan beruntun tanpa mengemas satu poin pun dalam tiga laga awal.

​Pelatih PSS Pieter Huistra mengatakan, tren negatif di awal musim itu memang diakui mempengaruhi atmosfer ruang ganti. Kendati demikian, juru taktik asal Belanda ini menilai timnya tetap menunjukkan performa kompetitif, mengingat lawan-lawan yang dihadapi di tiga pekan pertama merupakan tim-tim tangguh.

 "Jadi, dalam hal ini kondisi tim sedikit menurun," katanya, Kamis (24/9/2026).  Oleh karena itu, dalam jeda kompetisi kali ini akan dimaksimalkan oleh Pieter Huistra untuk membenahi performa timnya.

Fokus utama selama libur FIFA Matchday adalah memulihkan kondisi fisik para pilar yang sempat dibekap cedera, mematangkan pilar yang terlambat bergabung saat pramusim, serta menggembeleng pemahaman taktik secara menyeluruh.

Advertisement

 "Yang terpenting saat ini para pemain yang sebelumnya cedera, absen, atau bergabung terlambat selama masa pramusim, kini kami memiliki waktu dua setengah minggu bagi mereka untuk mengembalikan kebugaran fisik serta memahami secara pasti bagaimana strategi permainan yang diinginkan tim," jelasnya.

​Selain meningkatkan fisik dan taktik, mantan pelatih Borneo FC itu juga bakal memanfaatkan jeda waktu ini untuk menguji rotasi dan kombinasi baru antarpemain. Huistra mengaku akan melakukan eksperimen posisi dalam menu latihannya. Itu penting dilakukan, karena Huistra ingin agar chemistry antarlini semakin solid sebelum laga selanjutnya bergulir.

"Bagi saya, hal terpenting adalah para pemain bisa lebih banyak bermain bersama agar makin terbiasa satu sama lain, dan hal ini berlaku untuk semua orang. Jadi, saya rasa itulah yang menjadi fokus utama kami saat ini," ucapnya. (ayu/laz)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Loyalitas Pendukung PSS Tak Perlu Diragukan! Menang Ditemani, Kalah Tetap Dicintai

Loyalitas Pendukung PSS Tak Perlu Diragukan! Menang Ditemani, Kalah Tetap Dicintai

Komunitas supporter PSS Sleman Athoes tetap mendukung Super Elang Jawa saat main di mana pun dan dalam kondisi apapu.

Habis Operasi, Frederic Injai Masih Butuh Waktu untuk Kembali Merumput Membela PSS 

Habis Operasi, Frederic Injai Masih Butuh Waktu untuk Kembali Merumput Membela PSS 

Habis Operasi, Frederic Injai Masih Butuh Waktu untuk Kembali Membela PSS 

Geruduk PSS Sleman saat Latihan, Slemania: Tulung Maine Diapike, Ora Mung Asal Main

Geruduk PSS Sleman saat Latihan, Slemania: Tulung Maine Diapike, Ora Mung Asal Main

Slemania saat geruduk latihan PSS Sleman Geruduk PSS Sleman saat Latihan, Slemania: Tulung Maine Diapike, Ora Mung Asal Main

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer