JOGJA - Sahabat sejati adalah seseorang yang menempati urutan teratas dalam daftar orang-orang terpenting dalam hidup. Itulah gambaran perjalanan persahabatan antara Goris Sahdan dan Menteri HAM Natalius Pigai yang telah terjalin sejak mereka berdua menuntut ilmu di APMD Jogja.
Kenangan kedekatan Goris dan Natalius bermula pada tahun 90-an, saat mereka mulai kuliah di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa 'APMD' Jogja.
Goris angkatan 1995, sedangkan Natalius satu tahun setelahnya, yakni angkatan 1996. Meskipun berasal dari latar belakang berbeda --Goris dari Flores Nusa Tenggara Timur dan Natalius dari Papua-- ikatan mereka semakin erat berkat kesamaan visi dan misi sebagai mahasiswa.
"Sama seperti saya, Natalius juga jalan kaki ke kampus," kenang Goris kepada Radar Jogja, Rabu (23/10) malam.
Sebagai sesama orang timur, hubungan personal mereka terasa semakin akrab. Goris mengungkapkan, Natalius adalah sosok yang terbuka dan mudah bergaul dengan siapa pun. Ini membuat suasana pertemanan di antara mereka menjadi lebih hangat.
Goris juga mengenang bagaimana Natalius selalu duduk di barisan paling depan di kelas, aktif berpartisipasi dalam diskusi dan bercanda bersama teman-teman. "Dia memiliki kemampuan untuk mencairkan suasana dan membuat semua orang merasa nyaman," ujarnya.
Natalius Pigai dikenal aktif dalam organisasi, termasuk Perhimpunan Mahasiswa Katolik Jogja, di mana dia mengasah kemampuannya dalam kepemimpinan dan manajemen. Selama masa kuliah, Natalius tidak hanya fokus pada studi, tetapi juga aktif menulis.
"Dia rajin berdiskusi dan menghasilkan tulisan yang berkualitas. Bahkan saat kuliah, Natalius menerbitkan buku tentang Otonomi Papua," ungkap Goris.
Karya-karya tersebut menunjukkan minatnya yang mendalam terhadap isu-isu pemerintahan dan hak asasi manusia.
Baca Juga: PSS Sleman Dihadapkan dengan Konsistensi, Minggu Menjamu Persita Tangerang di Stadion Manahan
Persahabatan mereka terus terjalin hingga kini. Bahkan setelah Goris melanjutkan kariernya di bidang hukum. Dalam satu kesempatan, Goris mengungkapkan kalau Natalius ke Jogja pasti akan mencarinya untuk bertemu.
Kabar mengenai pelantikan Natalius sebagai Menteri HAM membuat Goris merasa bangga. Ia langsung menghubungi sahabatnya itu untuk memberikan ucapan selamat. "Pagi tadi dia juga WA saya, menanyakan kabar dan membicarakan tentang perguruan tinggi," terangnya.
Goris melanjutkan bahwa meskipun keduanya kini sibuk dengan tanggung jawab masing-masing, ikatan persahabatan mereka tetap kuat. "Kami saling mendukung dan berbagi pandangan tentang banyak hal. Terutama terkait isu-isu yang relevan dengan pekerjaan kami," katanya.
Kisah persahabatan mereka menggambarkan betapa pentingnya hubungan yang dibangun di atas kepercayaan, dukungan, dan saling pengertian. Goris dan Natalius menunjukkan, meskipun waktu dan jarak memisahkan, sahabat sejati akan selalu menemukan cara untuk tetap terhubung. (laz)
Editor : Heru Pratomo