RADAR JOGJA - Berkat ketekunan dan keuletannya dalam berbagai penelitian yang berdampak di bidang medis, Prof Jumina kini telah diakui sebagai World’s Top 2% Scientists 2024 by Stanford University 2024.
Profesor dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) tersebut, berhasil masuk bersama dengan 150 ilmuwan lainnya dari berbagai kampus di Indonesia.
Perlu diketahui, penghargaan ini diraih berdasar jumlah publikasi dan sitasi, serta pengaruh jangka panjang dari karya ilmiah yang dihasilkan. Dalam hal ini, Prof Jumina memiliki pengaruh yang diakui dari kontribusi riset inovatif dan berkelanjutan.
"Sebagai pribadi tentu senang dengan penghargaan itu, tapi juga menambah motivasi untuk terus berkarya di masa mendatang," katanya Selasa (1/10/2024).
Dia mengaku, kurang lebih selama lima tahun terakhir, penelitian yang dilakukan lebih banyak berfokus pada sintesis senyawa obat. Kemudian uji aktivitasnya sebagai antikanker, dan pembuktian mekanisme aksinya melalui studi molecular docking.
"Saya juga mengembangkan formulasi krim pencerah kulit, berbasis kaliksresorsinarena yang terbukti aktif dan aman serta telah lolos uji klinik," bebernya.
Saat ini, disebutkan bahwa formula krim tersebut sedang dalam proses pendaftaran ke BPOM RI. Jika sudah mendapatkan izin edar, maka akan dapat membantu masyarakat khususnya wanita yang mengalami gangguan kulit. "Seperti bercak-bercak hitam atau merah pada wajah, serta kulitnya menjadi lebih cerah secara umum," ujarnya.
"Bahan krim ini aman dan lebih aktif daripada hidroquinon, asam kojat ataupun niasinamida. Asli dikembangkan di departemen Kimia FMIPA UGM," sebutnya.
Dia pun berpesan, agar para akademisi dan peneliti muda selalu bersemangat melakukan riset, inovasi, dan publikasi. Selanjutnya, kolaborasi antarpeneliti maupun dengan mahasiswa diperlukan untuk mencapai kemajuan bersama. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita