Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Panasnya sampai 31,9 Derajat Celcius

Editor Content • Kamis, 27 April 2023 | 17:33 WIB
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
RADAR JOGJA - Suhu panas belakangan dipengaruhi oleh gerak semu matahari. Posisi matahari berada di sisi selatan equator hampir mendekati Pulau Jawa. Capaian panasnya tercatat sampai 31,9 derajat celcius.

Angka tersebut tergolong masih normal. Sebab belum melebihi 34 derajat celcius. Meski demikian, suhu panas saat ini sangat menyegat kulit. Hal ini dipengaruhi suhu panas dibarengi dengan gerak landai angin. Sebaliknya, meski panas jika dibarengi dengan pergerakan angin, maka panas tidak akan terasa menembus kulit. "Pergerakan anginnya angin timuran kecepatan rata-rata 8-15 kilometer per jam. Sehingga tidak terlalu kencang, panas akan terasa di tubuh kita," kata Kepala Kelompok Foreskater Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikal (BMKG) DIJ Romadi kemarin (26/4).

Menurutnya, cuaca saat ini masih dalam peralihan dari musim penghujan menuju kemarau. Hal yang perlu diwaspadai masyarakat adalah untuk mengurangi hidrasi atau keseimbangan cairan dalam tubuh agar memperbanyak minum air putih. Kemudian selalu menggunakan masker untuk meminimalisasi debu terhirup ke dalam tubuh. Selain itu gunakan payung saat aktivitas di luar ruangan agar panas matahari tidak menyengat langsung ke kulit.

"Kemudian bagi mereka mobilitas tinggi agar waspada terhadap hujan yang masih berpotensi disertai angin kencang dan petir. Sebab, saat ini masih puncaknya masa transisi," ujarnya.

Kemudian bagi wisatawan yang berkunjung ke pantai agar meningkatkan kewaspadaan jika ingin berenang di pantai. Sebab, gelombang pantai dalam beberapa hari ke depan cukup tinggi. Antara 2,5-4 meter. "Peringatan dini bagi wisatawan dan nelayan diimbau mematui imbauan dan larangan dari petugas yang ada," pesannya.

Sebelumnya Sub Koordinator Kelompok Substansi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman Seruni Anggreni Susilo mengingatkan, perubahan cuaca menyebabkan rentan adanya gangguan kesehatan pada tubuh. Adapun penyakit yang patut diwaspadai yakni diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Terkait diare, masyarakat diminta kebiasaan cuci tangan diterapkan kemudian juga pola makan. Cuaca panas ingin makan es, tiba-tiba mendung menyebabkan perutnya tidak nyaman, akhirnya berujung diare.

Begitu juga dengan ISPA. Meskipun penderita Covid-19 tidak banyak, tetapi Ispa patut diwaspadai. "Sehingga perlunya mengenakan masker. Serta menjaga tubuh dengan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat," tandasnya. (mel/eno) Editor : Editor Content