Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Usai TPS3R Gumregah, Akan Ada TPS Berbasis Kalurahan di Sinduadi

Editor News • Kamis, 16 Februari 2023 | 01:21 WIB
SOSOK : Lurah Sinduadi Senen Haryanto ditemui di TPS3R Jombor Kidul, Rabu (15/2). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
SOSOK : Lurah Sinduadi Senen Haryanto ditemui di TPS3R Jombor Kidul, Rabu (15/2). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA – Kalurahan Sinduadi, Mlati, Sleman baru saja meresmikan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) di Padukuhan Jombor Kidul, Rabu (15/2). Ini sebagai upaya dalam mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA Piyungan.

Tak berhenti sampai di sini, Lurah Sinduadi Senen Haryanto menuturkan pihaknya akan kembali membangun tempat pengelolaan sampah. TPS ini nantinya akan berbasis kalurahan sehingga memiliki jangkauan yang lebih luas. Rencananya TPS berbasis kalurahan tersebut akan berlokasi di Padukuhan Kragilan.

“Kalau disini (TPS3R Jombor Kidul) hanya kecil, hanya satu padukuhan. Disana menampung sampah untuk 18 padukuhan. Sudah direncanakan dan sebentar lagi akan masuk ke tahap pelaksanaan,” jelas Senen ditemui di TPS3R Jombor Kidul, Rabu (15/2).

Dia menambahkan TPS berbasis kalurahan tersebut rencananya akan mulai dibangun dalam waktu dekat. Pihaknya akan melibatkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, pihak swasta untuk pengadaan peralatan, serta mahasiswa-mahasiswa KKN.

Diperkirakan TPS berbasis kalurahan tersebut akan mampu menampung sampah produksi sampah dari 18 padukuhan setiap hari dengan total 18 ton.

“18 ton itu yang terdeteksi. Banyak padukuhan yang belum mengelola sampahnya dengan baik. Itu baru yang mengelola sampahnya yang dibuang ke depo-depo yang ada di Sinduadi. Itu kita satukan, jadi depo nanti sama sekali tidak berfungsi,” katanya.

Senen optimis TPS berbasis kalurahan itu nantinya bisa mengurangi 80 persen hingga 90 persen sampah. Ini sejalan dengan harapan Senen untuk menghabiskan sampah disumbernya.

Sampah organik akan diolah menjadi pupuk, sementara sampah anorganik akan dipilah daan dijual kepada pengepul. Sehingga hanya akan tersisa sampah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) seperti baterai bekas, obat-obatan, hingga limbah elektronik.

“Sampah tinggal sisa 10 persen yaitu limbah B3 yang tidak bisa kami olah. Sampah anorganik seperti plastik, kertas, kaca, alumunium foil, seng, besi kita sendirikan. Hasil pemilahan kita kerjasamakan, kita jual,” ujarnya.

Untuk mendisiplinkan masyarakat, pihaknya akan membuat peraturan kalurahan berkaitan dengan denda jika ditemui adanya masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Aturan ini masih terus digodog. Nantinya akan disosialisasikan melalui pertemuan-pertemuan disetiap padukuhan.

Senen menuturkan akan ada tim pengawasan yang dibentuk. Ini dibuat untuk membuat jera masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Untuk warga yang patuh tentu akan dapat penghargaan.

"Sekarang baru digodog. Untuk membuat peraturan kan kita harus musyawarah dengan berbagai pihak. Tahun ini harus selesai. Paling kirsaran pertengahan tahun bersamaan dengan TPS yang akan kami wujudkan itu selesai. Juli sudah launching,” katanya. (isa/dwi) Editor : Editor News
#TPS3R Sleman #Jombor sleman #pengolahan sampah Sleman #TPS3R Jombor Kidul