Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Guru Tidak Tetap dan Pekerja Sekolah Harus Disejahterakan

Editor Content • Jumat, 2 Desember 2022 | 15:57 WIB
JAUH DARI SEJAHTERA : Peringatan hari guru nasional di Sleman, kemarin (1/12). PGRI Sleman berharap pemkab memperhatikan gaji dari para GTT dan PTT.(WULAN YANUARWATI/RADAR JOGJA
JAUH DARI SEJAHTERA : Peringatan hari guru nasional di Sleman, kemarin (1/12). PGRI Sleman berharap pemkab memperhatikan gaji dari para GTT dan PTT.(WULAN YANUARWATI/RADAR JOGJA
 

 

RADAR JOGJA - Peringatan Hari Guru Nasional sekaligus peringatan PGRI ke-77 di Sleman diwarnai dengan sejumlah harapan. Khususnya peningkatan kesejahteraan guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT). Selama ini mereka menjadi bagian sekolah yang masih jauh dari sejahtera.

Ketua PGRI Kabupaten Sleman Mujiyanta mengatakan, masih banyak GTT yang belum diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Padahal mereka bekerja layaknya guru yang sudah diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN).

"Mereka sudah berbuat (bekerja) seperti guru, yang benar-benar guru. Untuk itu kami memohon supaya nanti teman-teman kami bisa ditingkatkan kesejahteraannya. Kalau kemarin fasilitasinya masih di bawah Rp 1 juta Insyaallah nanti (berharap bisa, Red) mendekati UMR," jelasnya saat acara peringatan di Gedung Serbaguna Sleman, kemarin (1/12).

Mujiyanta juga menggarisbawahi kesejahteraan para PTT, diantaranya penjaga sekolah, tenaga administrasi, petugas keamanan, petugas perpustakaan, petugas kebersihan, dan pekerja yang terlibat dalam urusan sekolah. Saat ini mereka juga belum bisa diangkat menjadi PPPK. Padahal tanpa mereka, kegiatan belajar mengajar akan terhambat. "Oleh karena itu kami memohon walaupun belum terangkat kiranya perlu ditingkatkan kesejahteraan. Mudah-mudahan harapan kami ada angin segar," lanjutnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan proses pengangkatan GTT menjadi PPPK melalui sejumlah proses dan dilakukan secara bertahap. Kustini menilai sejauh ini anggaran untuk memfasilitasi mereka sudah cukup tinggi dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain. "Kami berusaha sejahterakan semua. Supaya nanti apa yang diharapkan PGRI terwujud," ujarnya.

Kustini mencatat pada 2022 telah melantik 733 GTT menjadi PPPK. Sedangkan pada 2023 diusulkan sebanyak 970 GTT, sebanyak 313 orang diantaranya sudah lulus. Menurutnya, pengusulan akan terus dilakukan berkala sehingga akhirnya semua dapat disejahterakan.

Termasuk para PTT agar dapat diusulkan bertahap dengan cara yang cerdas mengingat sistem penggusulan menggunakan aplikasi yang memiliki standar yang cukup tinggi.

Di sisi lain, Kustini meminta kepada seluruh guru di Kabupaten Sleman agar terus berinovasi dan mengedepankan pembelajaran disesuaikan dengan kondisi anak jaman sekarang. Menurutnya, setiap anak memiliki bakat dan potensi berbeda.

"Dari Sleman lah merdeka belajar ini terwujud, setiap anak pasti punya potensi. Tidak harus jadi dokter, pilot, tapi bisa jadi enterpreneur,” ujarnya (lan/bah)

  Editor : Editor Content
#PGRI Kabupaten Sleman #hari guru nasional #GTT