SLEMAN - Polda DIY terus memperketat pengawasan di wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Merapi. Langkah preventif ini dilakukan guna memastikan keamanan masyarakat serta memantau dinamika aktivitas vulkanik gunung api paling aktif di Indonesia tersebut.
Pada Minggu (22/3), Regu 1 Sie Pammat Subdit Gasum Dit Samapta Polda DIY melakukan pemantauan langsung di titik strategis, salah satunya di Gubug Merapi Arumsari, Tunggularum, Wonokerto, Kapanewon Turi, Sleman.
Panit Sie Pamat Dit Samapta Polda DIY AIPDA Andi Wiratno menjelaskan berdasarkan pengamatan di lapangan mulai pukul 08.50 hingga 11.30, visual puncak Gunung Merapi dilaporkan tidak terlihat secara jelas. Meskipun tertutup kabut, status aktivitas Gunung Merapi ditegaskan masih berada pada Level 3 (Siaga).
Status itu, lanjut Andi, menuntut kesiapsiagaan tinggi dari seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam memitigasi potensi bahaya erupsi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
"Penampakan Gunung Merapi pagi tadi terpantau tertutup awan," jelasnya, Minggu (22/3).
Selain memantau kondisi vulkanik, Andi menjelaskan, jika pada saat ini petugas kepolisian juga menyisir situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekitar lereng Merapi.
Tak hanya itu, para personel dari Pammat Subdit Gasum Dit Samapta Polda DIY pun juga disiagakan penuh untuk merespons cepat jika ada instruksi lanjutan atau perubahan signifikan pada status Merapi.
"Kegiatan berjalan aman dan lancar. Personel tetap siaga (standby) menunggu petunjuk dan arahan pimpinan selanjutnya untuk langkah antisipatif," bebernya. (ayu)
Editor : Iwa Ikhwanudin