SLEMAN - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi pada Sabtu (20/3/2026). Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), selama periode pengamatan 00.00-24.00 WIB tanggal 20 Maret 2026, tercatat puluhan guguran lava dan gempa vulkanik yang signifikan.
Data visual menunjukkan gunung jelas hingga kabut ringan (0-II hingga 0-III), namun asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan dengan angin tenang ke arah selatan dan timur, suhu udara 17,2-27,6 °C, kelembaban 58,8-97,9%, serta tekanan udara 686,6-915,5 mmHg.
Aktivitas kegempaan mendominasi dengan:
- 87 kali guguran (amplitudo 2-52 mm, durasi 46,87-191,34 detik),
- 76 kali hybrid/fase banyak (amplitudo 2-56 mm, durasi 6,57-50,23 detik),
- 4 kali vulkanik dangkal (amplitudo 15-67 mm, durasi 12,31-18,38 detik),
- 1 kali tektonik jauh (amplitudo 10 mm, durasi 135,45 detik).
Selain itu, teramati 38 kali guguran lava mengarah ke Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter.
Status aktivitas Gunung Merapi tetap berada pada Level III (Siaga). Suplai magma masih berlangsung, sehingga berpotensi memicu awan panas guguran (APG) di dalam zona potensi bahaya.
Rekomendasi BPPTKG:
1. Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya: Sungai Boyong maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km. Sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km, Sungai Gendol 5 km. Lontaran material vulkanik jika letusan eksplosif bisa mencapai radius 3 km dari puncak.
2. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya.
3. Waspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan di sekitar Gunung Merapi.
4. Antisipasi gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi.
5. Jika ada perubahan aktivitas signifikan, status akan segera dievaluasi ulang.
Masyarakat di lereng Merapi, khususnya di Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, diminta tetap tenang namun waspada. Pantau informasi resmi dari BPPTKG melalui situs magma.esdm.go.id atau media sosial PVMBG.
Laporan ini disusun oleh Yulianto dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian ESDM. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin