SLEMAN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi (2.968 mdpl) yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih menunjukkan dinamika tinggi. Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan Jumat, 5 Maret 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, teramati satu kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter.
Laporan Aktivitas Gunung Api (MAGMA-VAR) dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM mencatat cuaca mendung dengan angin lemah hingga tenang berhembus ke arah timur dan barat. Suhu udara berkisar 17,7–23,7 °C, kelembaban udara 77,8–99,4%, serta tekanan udara 869,9–914,6 mmHg. Curah hujan tercatat 6 mm per hari.
Secara visual, gunung tertutup kabut level 0-III, sehingga asap kawah tidak teramati. Dari sisi kegempaan, tercatat:
- 93 kali gempa guguran (amplitudo 2–32 mm, durasi 28,66–226,85 detik),
- 49 kali gempa hybrid/fase banyak (amplitudo 2–42 mm, S-P 0,2–0,8 detik, durasi 9,55–56,36 detik),
- 1 kali gempa vulkanik dangkal (amplitudo 18 mm, durasi 20 detik).
Data ini mengindikasikan suplai magma masih berlangsung, yang berpotensi memicu awan panas guguran (APG) di dalam zona potensi bahaya.
Status Aktivitas Tetap Level III (Siaga)
BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III (Siaga). Potensi bahaya utama meliputi:
- Guguran lava dan awan panas guguran di sektor selatan-barat daya: Sungai Boyong maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km.
- Sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km, Sungai Gendol 5 km.
- Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif: radius 3 km dari puncak.
Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya. Waspadai bahaya lahar hujan dan APG, terutama saat hujan deras di sekitar gunung. Antisipasi gangguan abu vulkanik jika erupsi meningkat. Jika ada perubahan signifikan, status akan dievaluasi ulang.
Laporan ini disusun oleh Ngadiyo dan Tri Mujiyanta dari Pos Pengamatan Gunung Merapi BPPTKG.
Warga di Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, serta sekitar lereng Merapi diminta tetap tenang namun waspada. Pantau informasi resmi dari BPPTKG dan PVMBG untuk update terkini. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin