SLEMAN – Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta masih menunjukkan intensitas yang tinggi. Berdasarkan laporan terbaru periode pengamatan Minggu, 22 Februari 2026, teramati 17 kali guguran lava pijar yang mengarah ke sektor Barat Daya.
BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) mencatat sebanyak 17 kali guguran lava meluncur dengan jarak maksimum mencapai 1.900 meter (1,9 km) menuju Kali Krasak dan Kali Sat/Putih.
Kondisi Visual dan Meteorologi
Secara visual, gunung setinggi 2.968 mdpl ini sempat terlihat jelas sebelum tertutup kabut. Asap kawah teramati berwarna putih tipis dengan ketinggian sekitar 10 meter di atas puncak.
Kondisi cuaca di sekitar puncak Merapi dilaporkan mendung hingga hujan dengan volume curah hujan mencapai 47 mm per hari. Suhu udara berada di kisaran 18.1-24.2 °C dengan kelembaban yang cukup tinggi.
Data Kegempaan yang Signifikan
Aktivitas internal Merapi juga masih fluktuatif namun intens. Berikut rincian kegempaan yang terekam pada periode 00.00-24.00 WIB:
Gempa Guguran: 112 kali (Amplitudo 2-41 mm).
Gempa Hybrid/Fase Banyak: 91 kali (Menunjukkan adanya suplai magma).
Gempa Tektonik Jauh: 2 kali.
"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," tulis Erwin Widyon, penyusun laporan BPPTKG dalam keterangan resminya.
Potensi Bahaya dan Rekomendasi BPPTKG
Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih berada di Level III (Siaga). Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan:
Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (maks 5 km), Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (maks 7 km).
Sektor Tenggara: Sungai Woro (maks 3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
Lontaran Material: Jika terjadi letusan eksplosif, material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Peringatan Penting: Mengingat curah hujan yang mencapai 47 mm, masyarakat diimbau mewaspadai bahaya lahar hujan dan awan panas guguran (APG), terutama di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
Pemerintah daerah dan instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin