Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Merapi Hari Ini: Tercatat 77 Kali Gempa Guguran, BPPTKG Ingatkan Potensi Bahaya Lahar Saat Hujan

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 6 Februari 2026 | 05:23 WIB
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.

SLEMAN – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis laporan terbaru aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan Kamis, 5 Februari 2026. Berdasarkan data kegempaan, gunung api aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah ini masih menunjukkan intensitas aktivitas yang tinggi.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih bertahan di Level III (Siaga). Masyarakat diminta tetap waspada, terutama terhadap potensi awan panas dan lahar dingin mengingat kondisi cuaca di puncak yang kerap diguyur hujan.

Data Kegempaan: Dominasi Gempa Guguran dan Fase Banyak

Dalam laporan yang disusun oleh penyusun laporan Ngadiyo dan Tri Mujiyanta, tercatat adanya aktivitas seismik yang signifikan selama 24 jam. Berikut rinciannya:

Gempa Guguran: Terjadi sebanyak 77 kali dengan durasi maksimal 200,17 detik.

Gempa Hybrid/Fase Banyak: Tercatat 81 kali, mengindikasikan adanya pertumbuhan kubah lava atau dinamika magma di permukaan. 

Gempa Vulkanik Dangkal: Terjadi 6 kali.

Gempa Tektonik Jauh: Terjadi 1 kali.

Secara visual, gunung cenderung tertutup kabut 0-III, sehingga asap kawah tidak teramati dari pos pemantauan.

Kondisi Meteorologi: Waspada Curah Hujan

Kondisi cuaca di sekitar Merapi dilaporkan mendung dengan suhu udara berkisar antara 17.7-24.1 °C. Yang perlu menjadi perhatian adalah volume curah hujan mencapai 21 mm per hari. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di Merapi.

Rekomendasi dan Potensi Bahaya

BPPTKG menetapkan radius bahaya yang harus dipatuhi oleh masyarakat dan wisatawan:

Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).

Sektor Tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (5 km).

Lontaran Material: Jika terjadi letusan eksplosif, material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Peringatan Penting:

"Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Data menunjukkan suplai magma masih berlangsung," tulis laporan resmi BPPTKG.

Masyarakat juga diimbau untuk menyiapkan masker dan pelindung mata guna mengantisipasi gangguan abu vulkanik jika terjadi erupsi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada perubahan status dari Siaga ke Level IV, namun evaluasi terus dilakukan secara berkala. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi hari ini #Gempa pacitan #awan panas guguran #Merapi Hari Ini #lava pijar