SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman saat ini telah memiliki dua armada bus sekolah. Armada bertajuk transportasi bus sekolah layak anak Sleman (Si Bulan) ini melayani dua koridor. Yakni dari Kantor Dinas Perhubungan Sleman menuju Pasar Belut Godean, dan sebaliknya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto menjelaskan, bus sekolah ini memang menjadi salah satu solusi atas persoalan kecelakaan pada remaja di bawah umur. Meski demikian, armada yang masih minim memang belum serta-merta bisa berdampak signifikan. Kuncinya adalah bisa mengalihkan anak sekolah yang menggunakan kendaraan pribadi pada transportasi umum.
Baca Juga: Prediksi Benfica vs Napoli Liga Champions Kamis 11 Desember Kick Off 03.00 WIB, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?
"Tapi bus sekolah ini bisa jadi diminati oleh siswa yang selama ini diantar dan tidak memiliki kendaraan," sebutnya saat ditemui di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman Rabu (10/12).
Susmiarto juga menilai, harus ada fasilitas lain untuk menekan angka kecelakaan. Misalnya, rambu-rambu jalan hingga pemantauan batas kecepatan kendaraan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sleman Heri Kuntadi menyebut, pada 2026 direncanakan ada penambahan tiga armada sehingga total ada lima bus sekolah. Satu dari aset BKAD yang memang sudah ada, satu dibeli lewat APBD, dan satu merupakan hibah Kementerian Perhubungan untuk sekolah rakyat.
Baca Juga: Bikin Ngelus Dada, Ini Dia Deretan Artis yang Bercerai di Tahun 2025
"Dari kementerian menyampaikan hibah ini bisa untuk bus sekolah saat tidak digunakan sekolah rakyat," katanya.
Untuk koridor baru dari ketiga bus tersebut masih dalam pembahasan. Hanya saja, apabila nanti koridor 14 Trans Jogja antara Terminal Pakem dan Bandara Adisutjipto jadi akan dihapus, maka jalur ini yang akan jadi prioritas dari Si Bulan. Heri menilai pada jalur ini banyak Trans Jogja banyak digunakan anak sekolah.
"Selama ini kapasitas keterisian bus sekolah mencapai 65 sampai 70 persen," sebutnya. (del/eno)