SLEMAN — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merilis laporan aktivitas harian Gunung Merapi untuk periode 5 Desember 2025. Berdasarkan data MAGMA-VAR, aktivitas vulkanik Merapi masih berada di Level III (Siaga) dengan peningkatan intensitas guguran dan potensi bahaya yang perlu diwaspadai masyarakat.
Cuaca dan Kondisi Visual Gunung Merapi
Selama periode pengamatan, kondisi cuaca bervariasi antara cerah, mendung, hingga hujan. Angin bertiup tenang ke arah timur dan barat. Suhu udara tercatat 16,3–24,1°C, kelembaban 83,5–99%, dan tekanan udara 872,8–917,9 mmHg. Curah hujan harian mencapai 18 mm.
Secara visual, gunung tampak jelas meski beberapa kali tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah dengan warna putih dan intensitas tipis terpantau setinggi 100 meter di atas puncak.
Aktivitas Kegempaan Merapi 5 Desember 2025
Aktivitas seismik Merapi menunjukkan dinamika tinggi. PVMBG mencatat beberapa jenis gempa dengan jumlah signifikan:
102 gempa guguran dengan amplitudo 2–39 mm dan durasi 44–231 detik.
74 gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2–30 mm, S–P 0,4–0,8 detik, durasi 11–57 detik.
2 gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 3–5 mm dan durasi 15–22 detik.
Selain itu, teramati 17 kali guguran lava ke sektor barat daya (Kali Krasak dan Kali Sat/Putih) dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter.
Jumlah guguran yang cukup tinggi menandakan suplai magma ke permukaan masih berlangsung.
Potensi Bahaya dan Wilayah Rawan
PVMBG menegaskan bahwa potensi bahaya saat ini meliputi:
Guguran lava dan awan panas di sektor selatan–barat daya:
– Sungai Boyong maksimal 5 km
– Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km
Sektor tenggara:
– Sungai Woro maksimal 3 km
– Sungai Gendol maksimal 5 km
Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
PVMBG mengingatkan bahwa hujan di area puncak dapat memicu lahar dingin, terutama di alur sungai yang berhulu di Merapi.
Imbauan Resmi untuk Masyarakat
1. Tidak melakukan aktivitas apapun di zona potensi bahaya.
2. Mewaspadai lahar dan awan panas guguran (APG), khususnya saat hujan.
3. Mengantisipasi dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas luar ruang.
4. Tetap mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan PVMBG.
5. Perubahan signifikan aktivitas vulkanik akan diinformasikan melalui pembaruan status.
Sumber Resmi
Data laporan aktivitas Merapi ini disusun oleh Alzwar Nurmanaji, A.Md dan Erwin Widyon, serta dipublikasikan melalui KESDM – Badan Geologi – PVMBG dan BPPTKG. Informasi resmi dapat diakses melalui kanal MAGMA ESDM dan media sosial PVMBG. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin