SLEMAN - Para pecinta alam dan penggemar olahraga outdoor berkumpul di Sibu Resto Sleman, Minggu 27 Juli 2025.
Sekitar 150 orang para pecinta alam di Yogyakarta itu mengikuti acara sharing session sekaligus launching Eigerian Yogyakarta.
Sharing session diisi oleh pelopor panjat tebing dan pendiri East, Mamay S Salim, dan Advisor Eiger Adventure Service Team, Galih Donikara.
Mamay S Salim merupakan seorang climbing expert dan Eiger Technical Advisor yang telah berkecimpung di dunia panjat tebing selama 46 tahun.
Kerap disapa Kang Mamay, baginya memanjat bisa memberikan solusi dalam kehidupan.
Pasalnya dengan memanjat, banyak nilai kehidupan yang bisa diambil.
Mulai dari cara memegang, menginjak, hingga menjaga keseimbangan.
Hal-hal itulah yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehingga bisa bermakna bagi diri sendiri.
Kang Mamay saat sharing session menceritakan pengalamannya menjadi pendaki gunung sekaligus melakukan pendokumentasian saat mendaki.
''Saat mendaki gunung, saat itu sekitar tahun 1980-an, selain perlengkapan mendaki, saya harus membawa peralatan foto yang cukup berat. Karena saat itu kamera masih memakai film negatif, dan bobot kamera cukup berat,'' tutur pria yang kali pertama melakukan ekspedisi ke Gunung Eiger, Swiss pada tahun 1985.
Eiger Adventure sebagai sebuah brand yang peduli pelestarian alam dan menjaga Indonesia mewadahi para pecinta alam di DIY untuk terus mencintai alam Indonesia.
Yogyakarta menjadi kota ketujuh dari 12 kota yang masuk dalam rangkaian peluncuran forum komunitas Eigerian di Indonesia.
Azmi Luqman Zulkifli, selaku Community & Partnership Eiger Adventure, menyebut antusiasme komunitas di Yogyakarta menjadi yang paling tinggi dibanding kota-kota sebelumnya.
Bahkan sebelum diresmikan, anggota terdaftar sudah mencapai lebih dari 200 orang, mewakili ratusan komunitas yang aktif di kota ini.
“Mayoritas anggotanya berasal dari kalangan mahasiswa dan siswa pecinta alam. Tapi kami juga menyambut komunitas dari berbagai latar belakang, seperti komunitas lari, motor, sepeda, riding, arung jeram, surfing, hingga pramuka,” jelas Azmi. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin