Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menjelaskan, anggaran tersebut berasal dari APBD serta Bank Indonesia Kantor Wilayah DIY. Nantinya, digunakan untuk pemberian reduksi biaya distribusi sebesar Rp2.000 tiap kilogramnya.
"Pasar murah ini diselenggarakan pada 6 hingga 21 Maret," katanya.
Pada tahun ini pasar murah diselenggarakan di tingkat kalurahan.
Berbeda dari tahun sebelumnya yang berada di tingkat kapanewon. Diharapkan akses masyarakat jadi lebih mudah.
"Total nanti ada 36 kalurahan yang jadi sasaran," tambah Danang.
Dalam pasar murah ini ada berbagai komoditas yang dijual. Mulai dari beras premium, beras medium, minyak goreng, gula pasir, telur, dan daging ayam.
Disinggung soal potensi kenaikan harga bahan pokok, Danang mengaku tidak terlalu khawatir. Hal ini lantaran peningkatan harganya tidak terlalu signifikan.
Apabila melihat Sistem Harga Pangan Sleman, kenaikan terjadi pada lima bahan pokok. Mulai dari beras medium, beras premium, jagung, bawang putih, dan Minyak Kita.
"Acuan kami adalah indeks perubahan harga karena bukan kabupaten pantauan inflasi. Nilainya pada minggu kedua Februari -3,92 persen," jelasnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sleman Raden Haris Martapa menyebut, perhatian utama justru pada gas LPG 3 kg. Distribusinya sempat terhambat lantaran kondisi cuaca.
"Jadi stok sempat menipis. Termasuk untuk ukuran 5,5 kg maupun 12 kg," ucapnya. (del)
Editor : Bahana.