Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Miris dengan Rendahnya Harga Jual, Masjid Nurul Ashri Deresan Borong 9 Ton Sayuran di Ngablak, Magelang

Delima Purnamasari • Selasa, 23 Juli 2024 | 05:30 WIB

 

Masjid Nurul Ashri Deresan.Delima Purnamasari/Radar Jogja
Masjid Nurul Ashri Deresan.Delima Purnamasari/Radar Jogja

 

RADAR JOGJA - Selama dua minggu terakhir, Masjid Nurul Ashri Deresan telah membeli sembilan ton sayuran dari petani Ngablak, Magelang. Hal ini dilakukan lantaran pengurus masjid yang miris dengan rendahnya harga jual saat masa panen.


“Harganya tidak masuk akal. Misal, sayur pakcoy hanya Rp 200 tiap kilonya,” tutur Bendahara Masjid Nurul Ashri Deresan Rozy Ahimsyah.


Rozy menuturkan program bantu petani ini dilakukan dengan dua skema. Pertama adalah menggunakan uang sedekah yang khusus dialokasikan bagi petani. Kedua, membuka jasa penitipan bagi masyarakat yang ingin membantu.


“Kami beli dengan harga wajar dan layak jadi petani terbantu,” tambah Rozy.


Nantinya, sayuran yang berasal dari uang sedekah itu akan dibagikan pada jemaah Masjid Nurul Ashri pada Jumat setelah Subuh. “Jumlahnya banyak, tapi kami hargai Rp 2000. Karena kalau gratis, khawatir orang-orang tidak mau menerima,” jelas Rozy.


Pengurus masjid juga membagikan sayur dari hasil uang sedekah tersebut pada beberapa mitra panti asuhan dan masjid sekitar Nurul Ashri. “Kami berikan pada pengurusnya untuk diteruskan ke jemaah,” tutur Rozy.

 

Sementara untuk jasa penitipan, Rozy mengaku pengelola masjid tidak mengambil untung sepeser pun. Harga sayuran yang wajar hanya ditambah dengan biaya operasional. Seperti untuk membayar mobil dan petugas pengangkutan. “Sekitar ditambah Rp 200 sampai Rp 500 saja,” ungkapnya.


Menurut Rozy, pihak masjid akan terus melakukan program bantu petani ini hingga harga sayuran bisa lebih masuk akal. Bahkan, dia menargetkan pada minggu ini, Masjid Nurul Ashri bisa memborong sayuran hingga sepuluh ton. “Kalau ada masalah serupa, tidak masalah di mana tempatnya,” tuturnya.


Hingga kini, pihaknya mengaku tidak ada kendala berarti. Satu-satunya hal yang jadi tantangan adalah petugas masjid yang merasa kewalahan dalam melakukan pengemasan sayuran. “Jadi di minggu ini kami membayar lima warga di Ngablak untuk membantu,” tambahnya.

Baca Juga: KRISPI BANGET! Resep Membuat Bakwan Sayur Gurih, Simpel dan Anti Ribet, Dijamin Bikin Ketagihan


Rozy berharap ke depannya kegiatan ini bisa semakin besar dan memberi dampak yang lebih luas. Dia sendiri tidak menutup kemungkinkan bahwa masjid bisa masuk dalam sektor lain, di luar pertanian. (cr1/eno)

Editor : Satria Pradika
#Magelang #pengurus masjid #harga jual #sayur