RADAR JOGJA – Pembangunan tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 atau ruas Junction Sleman-Trihanggo baru mencapai 15 persen. Prosesnya meliputi penimbunan, penggarapan bore pile, pemasangan box culvert, dan pengecoran sebagian pier.
“Kami tengah melakukan core drill untuk mengetahui kandungan aspal di ring road,” tutur Humas PT Adhi Karya pembangun Tol Jogja-Solo Seksi 2 Agung Murhandjanto.
Menurut Agung, proses ini berfungsi agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bisa mengetahui aset apa saja yang digunakan untuk tol. Seperti separator jalan, utilitas, hingga aspal yang akan dihancurkan.
Terkait pembebasan lahan, Agung menjelaskan hanya tinggal delapan bidang milik warga yang belum selesai. Hal ini menyangkut administrasi sebab ada yang dijadikan agunan di bank maupun persoalan warisan yang belum selesai.
“Kalau tanah kas desa sudah antara PUPR dan keraton. Sudah tinggal pembayaran,” tuturnya.
Kini, pihak kontraktor tengah mengejar menggarap bore pile. Yakni pondasi tiang yang pemasangannya dilakukan dengan pengeboran tanah. Selain itu, pile cap untuk mengikat pondasi. “Lebar tiangnya nanti 12 meter,” tambahnya.
Proyek paket 2.2 sendiri digarap selama 730 hari kerja. Mulai dari 7 Juni 2023 hingga 7 Juli 2025. “Semoga nanti 2025 sudah bisa mulai dipakai jalan,” tutur Agung.
Agung menjelaskan pada tahap ini tol akan memanjang 3,2 kilometer. Dari Junction Sleman sampai sebelum tikungan ring road Ngawen akan digarap secara menempel tanah. Sementara sepanjang satu kilometer sampai Trihanggo akan dikerjakan secara melayang di atas ring road.
Operator mesin bor Jajang menuturkan, core drill juga dilakukan untuk mengecek kekerasan tanah sampai kedalaman 50 meter. “Satu lubang dikerjakan empat orang. Bisa selesai sekitar lima hari kalau lancar,” tutur Jajang. (cr1/eno)