SLEMAN - Teramati 14 kali guguran lava Gunung Merapi ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.
Demikian Volcanic Activity Report dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang diterima redaksi Radar Jogja.
Guguran lava pijar tersebut terjadi Sabtu 3 Februari 2024 dari pukul 06.00-12.00 WIB.
Gunung Merapi yang berada di Sleman tersebut bercuaca berawan dan mendung.
Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur.
Suhu udara 20.5-23.9 °C, kelembaban udara 55-82 %, dan tekanan udara 839.6-918.4 mmHg.
BPPTKG mengeluarkan rekomendasi: potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin