Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terjadi Hujan di Puncak, Gunung Merapi Luncurkan Dua Kali Awan Panas Guguran (APG) dan 14 Guguran Lava Pijar

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 18 Januari 2024 | 13:41 WIB
Dari CCTV Tunggularum terlihat Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran (APG) pada Jumat 5 Januari 2024 pukul 05.34 WIB.  (Foto: BPPTKG)
Dari CCTV Tunggularum terlihat Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran (APG) pada Jumat 5 Januari 2024 pukul 05.34 WIB. (Foto: BPPTKG)

SLEMAN - Gunung Merapi di perbatasan DIY-Jateng mengeluarkan 2 kali awan panas guguran (APG) ke arah barat daya (Kali Bebeng).

Dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.

Selain itu, Gunung Merapi juga meluncurkan 14 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng).

Dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.

Demikian hasil laporan aktivitas gunungapi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang diterima Radar Jogja.

Periode pengamatan Rabu 17 Januari 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.

Secara meteorologi, Gunung Merapi bercuaca cerah, berawan, mendung, dan hujan.

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara, timur, dan barat.

Suhu udara 18-26 °C, kelembaban udara 65-99 %, dan tekanan udara 768.3-949.8 mmHg.

Volume curah hujan 89 mm per hari.

Kegempaan guguran (jumlah: 94, amplitudo: 3-25 mm, durasi: 25.24-164.88 detik).

Kegempaan hybrid/fase banyak (jumlah: 5, amplitudo: 3-11 mm, S-P: 0.4-0.7 detik, durasi: 6-8.76 detik).

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).

Atas kondisi tersebut, BPPTKG mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #Awan Panas #lava pijar