RADAR JOGJA - Sejumlah wilayah di kabupaten Sleman dikepung kabut tebal kemarin (25/8) pagi. Contohnya seperti di wilayah Godean, Tempel, Mlati, dan Turi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun menjelaskan penyebab terjadinya fenomena alam tersebut.
Kepala Stasiun Klimatologi dan Geofisika BMKG Jogjakarta Reni Kraningtyas mengatakan, pada pagi hari ini sebagian wilayah di Jogjakarta bisa terjadi kabut karena kondisi atmosfer yang mendukung untuk terbentuknya kabut. Dia menjelaskan, bahwa terbentuknya kabut merupakan fenomena alam yang sering terjadi ketika kandungan udara dekat permukaan tanah cukup jenuh dengan uap air.
Remi menerangkan, ketika terjadi kabut biasanya kandungan uap air di dalam udara mempunyai kelembaban udara mendekati 100 persen. Jika kandungan udara yang cukup jenuh itu berada pada daerah yang suhu udaranya cukup dingin dibawah titik beku, maka uap air akan berkondensasi. Sehingga bisa terbentuk kabut di wilayah Sleman pada pagi hari tadi.
"Setelah kami cek, kelembaban udara cukup tinggi sekitar 98 persen dan suhu udara pada pagi hari tadi sekitar jam 06.00 pagi cukup dingin 19,7 celcius. Sehingga hal itu memungkinkan terjadi kabut di Sleman dan sekitarnya," ujar Reni kepada Radar Jogja, kemarin.
Ia meminta kepada masyarakat tidak perlu khawatir terhadap fenomena kabut tersebut. Namun harus tetap waspada, karena dengan adanya kabut bisa membuat jarak pandang menurun. Karena itu masyarakat perlu untuk selalu menyalakan lampu kendaraan ketika bepergian pada pagi hari.
Selain itu, lanjut Reni, masyarakat juga dihimbau untuk menjaga kesehatan tubuh. Karena suhu udara bisa berfluktuasi dengan cepat. Terkadang bisa dingin sekali pada pagi hari. Kemudian menjadi sangat panas ketika siang hari. "Kami himbau masyarakat banyak minum air putih dan mengkonsumsi vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh," katanya. (inu/bah)
Editor : Satria Pradika