Sosok Janu Muhammad sepertinya dapat benar-benar menginspirasi anak muda untuk mau terjun ke bidang pertanian. Bagaimana tidak, melalui platform Sayur Sleman, pemuda 30 tahun itu bisa menjual sayur hingga keluar daerah. Bahkan melalui bisnisnya pun dia juga bisa memberdayakan banyak orang. Berikut kisahnya.
Iwan Nurwanto, Radar Jogja, Sleman
Terbentuknya platform Sayur Sleman berawal dari kegelisahan Janu saat pandemi Covid-19. Kala itu, usaha kedua orang tuanya yang merupakan petani dan pedagang sayur di Pasar Sleman benar-benar sepi pembeli lantaran ada aturan agar masyarakat tidak keluar rumah. Padahal, di tengah pandemi sayur dan bahan pokok lainnya sangat dibutuhkan.
Bersama dengan istrinya, Janu pun memulai bisnis berjualan sayur online bernama @sayursleman.id melalui platform Instagram. Melalui akun instagram itu dia membuat konten berupa pricelist dari sayuran yang dijualnya. Seiring waktu berjalan bisnis berjualan sayur online miliknya pun berkembang pesat.
Pelanggan Sayur Sleman juga tidak hanya dari Kabupaten Sleman. Namun, juga merambah kabupaten Bantul, Magelang, hingga Klaten.
Bahkan, warga Sleman ini turut berperan memberdayakan para pedagang-pedagang sayur di wilayahnya. Karena, mereka dapat ikut berjualan melalui platform buatannya.
"Kita memang ingin membantu para pedagang sayur yang terdampak pandemi agar dagangannya bisa laku secara online. Dari platform Instagram kita berkembang menjadi Whatsapp bisnis, kemudian lewat sosimed lainnya, dan sekarang punya website," ujar Janu kepada Radar Jogja, Selasa (15/8).
Untuk sekarang, Sayur Sleman tidak hanya memberdayakan para pedagang sayur. Namun juga merambah kepada para petani. Terhitung sudah ada 130 orang yang telah bekerja sama dengan usaha tersebut. Di samping penjualan, Janu pun turut mengembangkan sektor kewirausahaan pada bidang pertanian dan kegiatan sosial.
Lulusan salah satu kampus negeri di Jogjakarta ini membeberkan, adapun program sosial yang dilakukan oleh Sayur Sleman yakni sedekah sayur. Melalui program tersebut pihaknya membantu menyalurkan donasi berupa sayur dan kebutuhan pokok kepada masyarakat yang membutuhkan.
Program yang sudah berjalan sejak tahun 2020 lalu itu telah menyasar masyarakat di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman dengan sumber dana dari para donatur dan profit penjualan. Selain itu, Janu juga memiliki program Sayur Sleman Academy untuk mendukung regenerasi petani dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada generasi muda.
"Kami berikan pelatihan tidak hanya petani on farm (bertani di ladang), namun juga di bidang olahan, trader, termasuk input alat-alat pertanian. Karena agribisnis ini pasarnya sangat luas sekali," terang Janu.