Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berstandar ISO 9001:2015, SPD Speedometer Sleman Layani Kapal hingga Pesawat

D
Penulis: Delima Purnamasari❯
LEBARKAN SAYAP: SPD Speedometer tak hanya menangani kustom speedometer motor dan mobil, tetapi juga merambah layanan perbaikan dan restorasi instrumen kapal hingga pesawat. (Dokumentasi Pribadi)
LEBARKAN SAYAP: SPD Speedometer tak hanya menangani kustom speedometer motor dan mobil, tetapi juga merambah layanan perbaikan dan restorasi instrumen kapal hingga pesawat. (Dokumentasi Pribadi)

Advertisement

SLEMAN – Tak sekadar mengustomisasi speedometer mobil dan motor, SPD Speedometer kini melayani perbaikan dan restorasi instrumen kluster kendaraan berat, kapal, hingga pesawat. Usaha yang berlokasi di Kapanewon Depok, Sleman, ini mengembangkan keahlian di bidang elektrikal kendaraan dengan layanan sesuai kebutuhan setiap jenis kendaraan. Kemampuan ini memperluas jangkauan usaha sekaligus menunjukkan bahwa layanan elektrikal kendaraan tidak terbatas pada kendaraan pribadi saja.

Founder SPD Speedometer Ikhsan Badruz Zaman mengatakan, usaha yang dirintisnya berawal dari layanan speedometer. Seiring perkembangan usaha, cakupan layanan semakin luas hingga dikenal sebagai spesialis elektrikal kendaraan.

Advertisement

Ikhsan menyebut, secara umum ada dua layanan yang disediakan SPD Speedometer. Pertama, produk kustom yang memberi keleluasaan pelanggan menentukan desain maupun fitur speedometer sesuai keinginan. Layanan ini paling banyak menyasar kendaraan motor dan mobil.

"Misal warna terus speedometer-nya mau analog atau digital. Ada konsultasi dulu, baru kami buatkan desainnya, dan lanjut produksi," ujarnya.

Sementara itu, layanan servis berfokus pada perbaikan dan restorasi instrumen kluster yang mengalami kerusakan. Layanan ini menjangkau kendaraan berat, kapal, hingga pesawat. Restorasi bertujuan mengembalikan fungsi instrumen ke kondisi semula. Prosesnya diawali pemeriksaan awal untuk mengetahui penyebab kerusakan sekaligus menentukan apakah komponen perlu diganti atau cukup dilakukan pemrograman ulang.

Dia mengakui, servis instrumen kluster pesawat hingga kapal lebih rumit karena fiturnya lebih kompleks. Pada pesawat, terdapat instrumen untuk mengukur kecepatan udara, sedangkan kecepatan terhadap daratan merupakan parameter berbeda. Begitu juga dengan kapal yang menggunakan satuan knot untuk mengukur kecepatan.

"Jadi lebih lebih menyesuaikan medannya. Cuma mungkin secara sistem kerja mirip-mirip," ungkapnya.

Dalam menjalankan layanan, SPD Speedometer mengutamakan kualitas dan standardisasi. Komitmen tersebut didukung sertifikasi SNI ISO 9001:2015 yang dimiliki perusahaan. Masyarakat yang ingin mengetahui layanan SPD Speedometer dapat mengakses situs spdspeedometer.com atau akun Instagram @spd_speedometer. (del/eno)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

PSS Sleman Kalah Lagi di Kandang, Pieter Huistra Sebut Kartu Merah Ubah Jalannya Pertandingan

PSS Sleman Kalah Lagi di Kandang, Pieter Huistra Sebut Kartu Merah Ubah Jalannya Pertandingan

‎Pertandingan PSS Sleman melawan Borneo FC dalam pertandingan Super League di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Selasa (27/10). Foto : Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

 Stefan Ashkovski Kena Kartu Merah Langsung, PSS Sleman Kalah Lagi di MagIS dari Borneo FC

Stefan Ashkovski Kena Kartu Merah Langsung, PSS Sleman Kalah Lagi di MagIS dari Borneo FC

Kalah dari Borneo FC, Pieter Huistra Soroti Kartu Merah yang Didapat Timnya Kalah dari Borneo FC, Pieter Huistra Soroti Kartu Merah yang Didapat Timnya Kalah dari Borneo FC, Pieter Huistra Soroti Kartu Merah yang Didapat

Siap Naik Kelas, Dinkop Sleman Kurasi 100 UMKM untuk Bermitra dengan Usaha Besar

Siap Naik Kelas, Dinkop Sleman Kurasi 100 UMKM untuk Bermitra dengan Usaha Besar

Dinkop UKM Sleman mengkurasi 100 UMKM untuk bertemu 75 pelaku usaha besar pada 4 November guna memperluas pasar dan membuka peluang kemitraan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer